Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri hadir dalam acara ramah tamah jelang pembukaan Kongres IV PDIP di Sanur, Bali, Rabu (8/4/2015) malam.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Megawati tampak duduk satu meja dengan Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang juga putrinya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, serta Ketua Panitia Kongres IV yang juga adalah Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster.
Mereka hadir di acara ramah tamah tersebut sembari menyaksikan pergelaran budaya, baik seni tari maupun musik yang ditampilkan. Mantan Wakil Ketua DPR dari PDIP, Pramono Anung, tampak datang belakangan, serta langsung mengambil tempat duduk di dekat Megawati.
Ketua Panitia Kongres IV PDIP, Wayan Koster mengatakan, acara kali ini menampilkan paduan suara dari Universitas Udayana, musik sasando dari delegasi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta dramatari berjudul 'Bianglala Mahardika'.
Dalam sambutannya, Koster bercerita tentang dramatari yang dibawakan kali ini. Dramatari ini menurutnya bercerita tentang perjuangan Lembu Andini yang merupakan kendaraan Dewa Siwa yang diturunkan ke dunia untuk kesejahteraan umat manusia. Lembu ini berwujud sebagai titisan anak manusia dalam sebuah keluarga dengan nama Andini.
Dalam ceritanya, Andini lalu tumbuh sebagai tokoh wanita yang punya keteguhan jiwa seorang pemimpin sejati, serta berhasil mengalahkan bromocorah, ketidakadilan, hingga teror raksasa angkara murka. Perempuan tangguh itu berhasil mengalahkan kekacauan dan angkara murka di dunia, dengan berbekal ideologi marhaenisme dan ajaran Trisakti Bung Karno.
Berita Terkait
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik
-
PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Usai Bertemu KPK, Wamen ESDM Akui Diminta Tetapkan Standar Produk Impor
-
Airlangga Hartarto Bahas Perpres Pembelian Energi dan Pesawat di KPK
-
Kejagung Akui Telah Periksa Eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman di Kasus Izin Tambang
-
Terpengaruh Film Porno! Dua Pelajar Ditangkap Usai Begal Payudara Siswi SMP di Kembangan
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra