Suara.com - Megawati Soekarnoputri dikukuhkan kembali menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020. .
Penetapan dan pelantikan tersebut dilakukan pada rapat paripurna sesi I, yang dipimpin oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan panitia, pada rapat paripurna I membahas laporan pertanggung jawaban DPP PDI Perjuangan periode 2010-2015.
Pimpinan sidang semula mengumumkan, laporan pertanggungjawaban DPP PDI Perjuangan periode 2010-2015 akan dibacakan secara bergantian oleh Megawati Soekarnoputri (ketua umum), Hasto Kristiyanto (pelaksana tugas sekretaris jenderal), dan Puan maharani (ketua). Namun, peserta kongres secara serentak mengatakan, bahwa laporan pertanggungjawaban tidak perlu dibacakan dan mereka dapat menerimanya.
"Telah aklamasi menetapkan Megawati Sukarnoputri sebagai ketua umum. Dan kita telah menetapkan Megawati Sukarnoputri sebagai formatur tunggal," kata Frans saat mengumumkan hasil rapat paripurna itu.
Usai dikukuhkan, Presiden ke-5 itupun diambil sumpahnya. Dia bersumpah jabatannya ini akan dilaksanakan sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, AD/ART PDI Perjuangan, Piagam dan program perjuangan PDI Perjuangan dan segala ketentuan partai.
"Saya akan menjunjung tinggi martabat partai. Serta akan senantiasa mengutamakan keutuhan partai, keberhasilan program perjuangan partai daripada diri sendiri. Saya akan memegang rahasia partai yang menurut sifatnya harus saya rahasiakan," ujar Megawati dalam sumpahnya.
"Bahwa saya juga akan menyelesaikan masalah partai dengan azaz kekeluarkaan, bahwa saya akan bekerja jujur, adil dan bersepangan untuk kepentingan partai negara dan bangsa," tegasnya.
Berita Terkait
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Sambut May Day 2026, Megawati Tegaskan Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Keadilan Sosial
-
Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah