Suara.com - Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga Partai Golkar kubu Agung Laksono, Melky Lakalena, mengungkapkan dua kader Partai Golkar yang dijadikan tersangka oleh Bareskrim dalam kasus dugaan pemalsuan surat mandat untuk menghadiri Munas Golkar di Ancol, Jakarta Utara, bukan pendukung murni Agung Laksono.
"Dua tersangka yang dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri ini yang pertama tersangka dari Pasaman itu adalah orang yang hadir di Bali (kubu Aburizal Bakrie) dan di Ancol, lalu menjadi saksi dari kubu ARB saat sidang di Mahkamah Partai. Sementara (tersangka) dari Pandenglang, kami dapat informasi tersangka tersebut adalah pegawai perusahaan ARB, Bakrie Brother," kata Melky saat hadir sebagai saksi pelapor di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).
Dua tersangka itu, yakni Hasbi Sani, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Ia diduga memalsukan tanda tangan sekretarisnya dengan cara scanning. Satu tersangka lagi bernama Dayat Hidayat, dia Sekretaris DPD Kabupaten Pandeglang. Ia diduga memalsukan tanda tangan wakil ketua. Mereka dilaporkan oleh kubu Aburizal Bakrie ke Bareskrim.
Melky curiga ada rekayasa dalam kasus pelaporan dua orang itu ke polisi.
"Kalau kita ikuti, pertama jadi saksi, kemudian orang yang sama kemudian dituntut di Mabes sebagai pihak yang membuat mandat palsu dan jadi tersangka. Secara akal sehat, ada masalah di sini, saksi sendiri kemudian dikorbankan, ini ada apa ini, pertanyaannya begitu, ya ada rekayasa di sini," kata Melky.
Hari ini, kedua tersangka dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka untuk pertama kali. Namun, hingga saat ini mereka belum terlihat di Bareskrim.
Kedua tersangka dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman enam tahun penjara. Tidak menutup kemungkinan, Bareskrim akan menetapkan tersangka baru.
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas