Mensos Khofifah INdar Parawansa saat mengunjungi TKI Ilegal (Antara)
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan salah satu media pendidikan yang efektif untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme sejak dini.
"Lewat pendidikan dini, kelak mereka dewasa terbangun toleransi dan moderasi. Ini memang perlu ditanamkan dari anak-anak usia dini," kata Khofifah seusai menghadiri Konferensi Cabang VI Nahdlatul Ulama Buleleng dan Peringatan HUT Nahdlatul Ulama ke-69 di Buleleng, Bali, Sabtu (11/4/2015)
Dalam kesempatan itu, Mensos mengungkapkan rasa prihatinnya dengan hasil survei tentang satu dari 14 siswa tingkat SMP dan SMA yang menyetujui Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS).
"Kalau sudah seperti ini preventif untuk radikalisme menjadi lebih berat. Beda kalau kita bisa melakukan preventif dari usia dini dengan membangun pemahaman keragaman budaya (multikulturalisme) dan pluralisme. Lewat langkah itu, toleransi dan moderasi bisa tertanam lebih awal," katanya.
Ia berharap potensi efektif dari pencegahan radikalisme sejak dini juga mampu merembet kepada para penggiat sekolah usia dini. Singkat kata, efek antiradikalisme semakin meluas tidak hanya pada anak didik saja.
Dengan begitu, lanjut Khofifah, proses preventif radikalisme tidak makin berat dan memakan biaya tinggi. (Antara)
"Lewat pendidikan dini, kelak mereka dewasa terbangun toleransi dan moderasi. Ini memang perlu ditanamkan dari anak-anak usia dini," kata Khofifah seusai menghadiri Konferensi Cabang VI Nahdlatul Ulama Buleleng dan Peringatan HUT Nahdlatul Ulama ke-69 di Buleleng, Bali, Sabtu (11/4/2015)
Dalam kesempatan itu, Mensos mengungkapkan rasa prihatinnya dengan hasil survei tentang satu dari 14 siswa tingkat SMP dan SMA yang menyetujui Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS).
"Kalau sudah seperti ini preventif untuk radikalisme menjadi lebih berat. Beda kalau kita bisa melakukan preventif dari usia dini dengan membangun pemahaman keragaman budaya (multikulturalisme) dan pluralisme. Lewat langkah itu, toleransi dan moderasi bisa tertanam lebih awal," katanya.
Ia berharap potensi efektif dari pencegahan radikalisme sejak dini juga mampu merembet kepada para penggiat sekolah usia dini. Singkat kata, efek antiradikalisme semakin meluas tidak hanya pada anak didik saja.
Dengan begitu, lanjut Khofifah, proses preventif radikalisme tidak makin berat dan memakan biaya tinggi. (Antara)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Miris! Densus 88 Ungkap 70 Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, Pemicunya Tak Terduga
-
Bukan Terorisme Jaringan, Bom SMAN 72 Ternyata Aksi 'Memetic Violence' Terinspirasi Dunia Maya
-
Dari Puncak JI ke Pangkuan Ibu Pertiwi: Kisah Abu Rusydan dan Komitmen Deradikalisasi Negara
-
Tangkal Radikalisme dan Aksi Teroris di Daerah, BNPT Gandeng Mahasiswa, Gimana Caranya?
-
Intoleransi dan Radikalisme terhadap Perempuan: Kekerasan Sistemik yang Tak Bisa Diabaikan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif