Suara.com - Siapa pembunuh Deudeuh Alfisahrin (27) di kamar indekos, Jalan Tebet Utara, 15-C, Nomor 28, RT 7/10, Tebet Timur, Jakarta Selatan, belum jelas?
Perempuan berkulit putih itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan, mulutnya tersumpal kaos kaki dan lehernya terlilit kabel.
Sampai sore ini, Kepolisian Sektor Tebet masih menelusuri pembunuh Dedeuh.
Apa latar belakang profesi Dedeuh juga belum terang benderang. Tapi di akun Twitter Dedeuh, @Tataa_chubby, banjir ucapan duka cita.
"Innalillahi baru buka twit dan tau kabar salah satu temen dijakarta meninggal...selamat jalan ya sist @tataa_chubby," kata seorang pengguna Twitter.
Pengguna Twitter lainnya juga menulis, "Lho @tataa_chubby meninggal dibunuh? Rip dear."
"REST IN PEACE , dunia alter berduka , walaupun aku gk kenal , tapi aku doakan kamu baik2 disana @tataa_chubby," kata pengguna Twitter yang lainnya lagi.
Kepala Kepolisian Sektor Tebet Komisaris Polisi I Ketut Sudarsa mengatakan kematian korban tidak wajar.
Awalnya, warga menemukan jasad Deudeuh di dalam kamar indekos pada Sabtu (11/4/2015) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban diketahui beralamat di Bojong Pondok Terong RT01/01, Pondok Terong, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?
-
3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka
-
Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing
-
Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik
-
Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa