Deudeuh Alfisahrin, gadis yang ditemukan tewas di kostannya di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4) [Screenshot Twitter/@tata_chubby].
Tewasnya perempuan cantik Deudeuh Afrisahrin (29) di kamar indekos di Jalan Tebet Utara, 15-C, Nomor 28, RT 7/10, Tebet Timur, Jakarta Selatan, masih menjadi misteri. Siapa pelakunya belum ketahuan polisi.
"Belum tertangkap," kata Kepala Kepolisian Tebet Komisaris Polisi Ketut Sudarma melalui whatsapp kepada suara.com, Senin (13/4/2015), ketika ditanya apakah pembunuh Deudeuh sudah dibekuk.
Kemarin malam dalam olah tempat kejadian perkara di kamar kos, polisi menemukan sebuah buku berisi daftar tamu kamar Deudeuh. Tetapi, Ketut belum bersedia memberitahu hasil penyelidikan terhadap buku catatan pribadi perempuan berkulit putih itu.
Sejauh ini polisi sudah memeriksa lima saksi, di antaranya pembantu dan penjaga indekos Nomor 28.
Deudeuh dikenal pendiam dan tertutup oleh penghuni indekos. Perempuan yang sering dipanggil Empi itu selama ini kerap menerima tamu, baik lelaki maupun perempuan, di kamar.
“Tapi saya nggak tahu pasti siapa yang datang sebelum kejadian, soalnya temennya banyak dan kebanyakan itu cowok. Soalnya di sini juga nggak ada CCTV, jadi nggak tahu siapa yang datang terakhir,” kata Anna (22), penjaga kos, kepada suara.com, Minggu (12/4/2015).
Jumat (10/4/2015) malam atau sebelum ia ditemukan meninggal dunia, ia menerima tamu di kamar. Saat itu, Anna dan penghuni kos mendengar suara gaduh, namun dicuekin saja.
Deudeuh yang di akun Twitternya dikenal dengan nama @Tataa_chubby ditemukan tak bernyawa di dalam kamar pada Sabtu (11/4/2015) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ditemukan, pintu kamarnya dikunci dari luar.
Ia ditemukan dalam posisi terlentang dan mulutnya disumpal kaos kaki warna hitam serta leher terlilit kabel.
"Belum tertangkap," kata Kepala Kepolisian Tebet Komisaris Polisi Ketut Sudarma melalui whatsapp kepada suara.com, Senin (13/4/2015), ketika ditanya apakah pembunuh Deudeuh sudah dibekuk.
Kemarin malam dalam olah tempat kejadian perkara di kamar kos, polisi menemukan sebuah buku berisi daftar tamu kamar Deudeuh. Tetapi, Ketut belum bersedia memberitahu hasil penyelidikan terhadap buku catatan pribadi perempuan berkulit putih itu.
Sejauh ini polisi sudah memeriksa lima saksi, di antaranya pembantu dan penjaga indekos Nomor 28.
Deudeuh dikenal pendiam dan tertutup oleh penghuni indekos. Perempuan yang sering dipanggil Empi itu selama ini kerap menerima tamu, baik lelaki maupun perempuan, di kamar.
“Tapi saya nggak tahu pasti siapa yang datang sebelum kejadian, soalnya temennya banyak dan kebanyakan itu cowok. Soalnya di sini juga nggak ada CCTV, jadi nggak tahu siapa yang datang terakhir,” kata Anna (22), penjaga kos, kepada suara.com, Minggu (12/4/2015).
Jumat (10/4/2015) malam atau sebelum ia ditemukan meninggal dunia, ia menerima tamu di kamar. Saat itu, Anna dan penghuni kos mendengar suara gaduh, namun dicuekin saja.
Deudeuh yang di akun Twitternya dikenal dengan nama @Tataa_chubby ditemukan tak bernyawa di dalam kamar pada Sabtu (11/4/2015) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ditemukan, pintu kamarnya dikunci dari luar.
Ia ditemukan dalam posisi terlentang dan mulutnya disumpal kaos kaki warna hitam serta leher terlilit kabel.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam