Ahok Pantau Ujian Nasional
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah pasrah dengan keputusan Kementerian Dalam Negeri mengesahkan APBD DKI Jakarta untuk tahun 2015.
Jumlah APBD yang disahkan dihitung dari pagu anggaran tahun 2014, hanya sebesar Rp69,28 triliun, padahal pagu anggaran 2014 sebenarnya Rp72,9 triliun. Pengesahan APBD sebesar Rp69,28 triliun mengacu pada nilai total belanja sebesar Rp63,65 triliun ditambah dengan pengeluaran pembiayaan Rp5,63 triliun.
Penyusutan anggaran tersebut dipastikan bakal mengganggu rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membersihkan saluran air Banjir Kanal Barat yang selama kerap menjadi momok bagi warga sekitar akibat melimpahnya debit air saat hujan turun.
"Saat ini Banjir Kanal Barat tinggal nunggu alat berat sebenarnya. Jadi sayang kan tiga triliun rupiah dibiarkan lenyap begitu saja," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2015).
Ahok mengungkapkan ketika dulu dia masih menjadi Wakil Gubernur DKI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono selalu memintanya untuk memberikan keindahan di kali saluran air depan Masjid Istiqlal dan di Juanda, depan Istana.
"Dulu, hampir setiap ketemu Bu Ani Yudhoyono sama Pak SBY pasti ngomongnya gini, Pak Wagub tolong ya itu sungai di Istiqlal sama di Juanda depan Istana boleh nggak sampahnya dibersihkan karena kami bawa tamu begitu lihat sungai malu. Ini kata Ibu Ani, loh. Makanya saya bilang siap bu. Sekarang coba lihat Istiqlal pasang CCTV, kalinya nggak ada sampah," kata Ahok.
Namun, setelah Kementerian Dalam Negeri tetap mengesahkan APBD sebesar Rp69,28 triliun, Ahok pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain mengiyakan. Dengan demikian, biaya untuk membeli alat-alat berat untuk menata kota, terutama saluran air, hilang.
"Nggak bisa ngakalin lagi, itu tergantung menteri. Kalau menterinya ngotot, ya sudah. Saya sih nggak masalah paling pembelian tanah berkurang, pembelian alat berat berkurang," kata Ahok.
Jumlah APBD yang disahkan dihitung dari pagu anggaran tahun 2014, hanya sebesar Rp69,28 triliun, padahal pagu anggaran 2014 sebenarnya Rp72,9 triliun. Pengesahan APBD sebesar Rp69,28 triliun mengacu pada nilai total belanja sebesar Rp63,65 triliun ditambah dengan pengeluaran pembiayaan Rp5,63 triliun.
Penyusutan anggaran tersebut dipastikan bakal mengganggu rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membersihkan saluran air Banjir Kanal Barat yang selama kerap menjadi momok bagi warga sekitar akibat melimpahnya debit air saat hujan turun.
"Saat ini Banjir Kanal Barat tinggal nunggu alat berat sebenarnya. Jadi sayang kan tiga triliun rupiah dibiarkan lenyap begitu saja," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2015).
Ahok mengungkapkan ketika dulu dia masih menjadi Wakil Gubernur DKI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono selalu memintanya untuk memberikan keindahan di kali saluran air depan Masjid Istiqlal dan di Juanda, depan Istana.
"Dulu, hampir setiap ketemu Bu Ani Yudhoyono sama Pak SBY pasti ngomongnya gini, Pak Wagub tolong ya itu sungai di Istiqlal sama di Juanda depan Istana boleh nggak sampahnya dibersihkan karena kami bawa tamu begitu lihat sungai malu. Ini kata Ibu Ani, loh. Makanya saya bilang siap bu. Sekarang coba lihat Istiqlal pasang CCTV, kalinya nggak ada sampah," kata Ahok.
Namun, setelah Kementerian Dalam Negeri tetap mengesahkan APBD sebesar Rp69,28 triliun, Ahok pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain mengiyakan. Dengan demikian, biaya untuk membeli alat-alat berat untuk menata kota, terutama saluran air, hilang.
"Nggak bisa ngakalin lagi, itu tergantung menteri. Kalau menterinya ngotot, ya sudah. Saya sih nggak masalah paling pembelian tanah berkurang, pembelian alat berat berkurang," kata Ahok.
Komentar
Berita Terkait
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
Terkini
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Ustaz Khalid dan PIHK Lain di Tengah Kisruh Pembagian Kuota Haji
-
Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB
-
Jerit Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Anak Diikat, Stunting, hingga Dugaan Kekerasan Seksual
-
Pastikan Hunian Layak, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau Perumahan di Sorong
-
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI
-
Guru Ngaji di Tangerang Cabuli 4 Santriwati Saat Pengajian, Modus Bersihkan Jin
-
Panggil Menaker Yassierli, Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional
-
Omzet Rp3,5 M, Setoran Parkir Blok M Square ke Kas Jakarta Cuma Rp711 Juta, Ada Apa?
-
Resmi Dilantik Jadi KSP, Dudung Masih Rangkap Jabatan Penasihat Khusus Presiden