Ilustrasi seorang pegolf di lapangan. [Shutterstock/Samot]
Seorang pegolf harus menderita luka-luka parah pada kakinya, lantaran digigit oleh seekor buaya saat bermain di sebuah lapangan golf di daerah Port Douglas, Queensland, Australia.
Sebagaimana dilaporkan situs BBC, Selasa (14/4/2015), pegolf laki-laki berusia sekitar 70-an tahun itu mengaku mungkin telah menginjak buaya tersebut secara tak sengaja. Hal itu dikatakannya belakangan kepada petugas lapangan golf tempat dia bermain.
Petugas medis di ambulans yang membawanya untuk dirawat, mengatakan bahwa lelaki yang tak disebutkan identitasnya itu mengalami luka robek yang dalam di bagian dekat tulang keringnya. Selain itu, di bagian betisnya juga terdapat sejumlah luka gigitan.
Buaya sendiri dilaporkan menjadi pemandangan yang cukup lazim di beberapa lapangan golf Australia. Biasanya, ada papan tanda peringatan yang memberi tahu keberadaan buaya di kawasan itu.
Menurut petugas polisi yang mengurusi insiden ini, Sersan James Coate, buaya air asin tersebut diketahui berukuran panjang sekitar 1,2 meter. Sang buaya diketahui berada di bagian kolam di posisi lubang (hole) golf ke-11.
"Dia (lelaki itu) menjatuhkan bolanya dekat kolam tersebut, dan saat dia melakukan itu dia telah mengganggu buaya tersebut," ungkap Coate, sebagaimana dikutip ABC.
Lapangan Golf Palmer Sea Reef, tempat di mana sang lelaki mengalami insiden itu, diketahui dimiliki oleh salah seorang politisi sekaligus miliarder Australia, Clive Palmer. Usai kejadian itu, Palmer sendiri turut menyampaikan ungkapan prihatin atas nasib sang pegolf, sekaligus berharap untuk kesembuhannya segera.
"Buaya telah dikeluarkan dari semua menu di properti milik Palmer seusai insiden hari ini," ungkap Palmer pula sembari bercanda.
Menurut salah satu artikel koran The Australian, petugas satwa liar akan segera memindahkan buaya tersebut untuk kemudian dikelola di peternakan buaya atau di kebun binatang.
Buaya diketahui kerap muncul di berbagai tempat, terutama di kawasan Queensland dan Australia Utara. Jumlahnya pun tercatat terus bertambah, terutama setelah hewan itu dinyatakan dilindungi sejak tahun 1971 lalu.
Pada Maret 2014 lalu, pemerintah Australia pun menolak pengajuan proposal kontroversial untuk memperbolehkan perburuan buaya di kawasan Australia Utara. [BBC]
Sebagaimana dilaporkan situs BBC, Selasa (14/4/2015), pegolf laki-laki berusia sekitar 70-an tahun itu mengaku mungkin telah menginjak buaya tersebut secara tak sengaja. Hal itu dikatakannya belakangan kepada petugas lapangan golf tempat dia bermain.
Petugas medis di ambulans yang membawanya untuk dirawat, mengatakan bahwa lelaki yang tak disebutkan identitasnya itu mengalami luka robek yang dalam di bagian dekat tulang keringnya. Selain itu, di bagian betisnya juga terdapat sejumlah luka gigitan.
Buaya sendiri dilaporkan menjadi pemandangan yang cukup lazim di beberapa lapangan golf Australia. Biasanya, ada papan tanda peringatan yang memberi tahu keberadaan buaya di kawasan itu.
Menurut petugas polisi yang mengurusi insiden ini, Sersan James Coate, buaya air asin tersebut diketahui berukuran panjang sekitar 1,2 meter. Sang buaya diketahui berada di bagian kolam di posisi lubang (hole) golf ke-11.
"Dia (lelaki itu) menjatuhkan bolanya dekat kolam tersebut, dan saat dia melakukan itu dia telah mengganggu buaya tersebut," ungkap Coate, sebagaimana dikutip ABC.
Lapangan Golf Palmer Sea Reef, tempat di mana sang lelaki mengalami insiden itu, diketahui dimiliki oleh salah seorang politisi sekaligus miliarder Australia, Clive Palmer. Usai kejadian itu, Palmer sendiri turut menyampaikan ungkapan prihatin atas nasib sang pegolf, sekaligus berharap untuk kesembuhannya segera.
"Buaya telah dikeluarkan dari semua menu di properti milik Palmer seusai insiden hari ini," ungkap Palmer pula sembari bercanda.
Menurut salah satu artikel koran The Australian, petugas satwa liar akan segera memindahkan buaya tersebut untuk kemudian dikelola di peternakan buaya atau di kebun binatang.
Buaya diketahui kerap muncul di berbagai tempat, terutama di kawasan Queensland dan Australia Utara. Jumlahnya pun tercatat terus bertambah, terutama setelah hewan itu dinyatakan dilindungi sejak tahun 1971 lalu.
Pada Maret 2014 lalu, pemerintah Australia pun menolak pengajuan proposal kontroversial untuk memperbolehkan perburuan buaya di kawasan Australia Utara. [BBC]
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar
-
Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri
-
Prabowo Bantah Keras! Indonesia Tak Pernah Janji Setor USD 1 Miliar ke Dewan Buatan Trump
-
Jangan Sampai Kehabisan! Masih Ada 587 Ribu Kursi Kosong KA untuk Arus Balik Lebaran 2026
-
Lebaran 2026 Jakarta Diterjang Banjir: 46 RT di Jaktim Terendam, 696 Warga Mengungsi
-
Suasana Lebaran di Istana, Senyum Tipis Iriana Jokowi Foto Bareng Presiden Prabowo
-
Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran
-
Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah
-
Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik