Suara.com - Langkah pasangan ganda putri pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menuju putaran perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (Badminton Asia Championship) 2015 kandas oleh wakil tuan rumah.
"Kami terus diserang sejak awal game. Tenaga kami kurang untuk menutup serangan lawan saat kami ingin menyerang balik," kata Greysia setelah pertandingan di Wuhan Sports Center Gymnasium Wuhan Cina seperti dilansir Tim Humas dan Media Sosial PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Greysia/Nitya dipaksa menyerah oleh pasangan Xiaoli Wang/Yang F Yu dalam pertandingan selama 47 menit dengan skor 14-21 dan 9-21.
Pada game pertama, ganda putri Indonesia yang menempati peringkat tujuh dunia itu tertinggal 0-5, 5-11, 6-15, hingga kalah 14-21.
"Mereka mengolah bola, memberikan lob-lob, dan mengincar satu-per-satu. Saat bola sudah matang, mereka mulai nyerang kami," kata Greysia.
Nitya mengaku terus mencoba bermain nyaman agar mampu menyerang Yu/Wang pada game kedua. Tapi, pasangan Tiongkok itu terus menekan hingga skor berakhir 9-21.
"Kami sebenarnya juga menjaga agar tenaga tidak cepat habis karena bolanya cukup berat buat kami," kata Nitya.
Kekalahan Greysia/Nitya itu sekaligus mencatatkan kedudukan 2-3 dari Yu/Wang setelah pertemuan terakhir mereka pada turnamen Taiwan Terbuka 2014. Pada Taiwan Terbuka 2014, Greysia/Nitya menang dengan skor 21-18 dan 21-11 atas Yu/Wang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Alwi Farhan Juara Indonesia Masters 2026
-
Runner Up Lagi, Raymond/Nikolaus Gagal Putus Kutukan Ganda Putra di Istora
-
Target 5 Emas Terpenuhi, Indonesia Bidik Juara Umum Para Bulu Tangkis di ASEAN Para Games 2025
-
Kalahkan Unggulan Malaysia, Sabar/Reza Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026
-
Langkah Fadia/Tiwi Terhenti di Perempat Final Indonesia Masters 2026
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026
-
DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus
-
Ahok Bongkar Rahasia Pertamina: Nego Minyak di Lapangan Golf, Lebih Murah dari Klub Malam
-
Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai
-
Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal
-
Penghitungan Kerugian Negara Kasus Haji Tahap Final, KPK Bakal Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Geger di Blitar, Menantu Perempuan Tega Tusuk Leher Mertua, Jasad Ditemukan Anak Kandung