- Satpol PP DKI peringatkan dua puluh tujuh tempat hiburan langgar jam operasional.
- Sebanyak 328 tempat hiburan di Jakarta diawasi ketat selama bulan Ramadan.
- Arifin ancam tutup tempat hiburan yang nekat membandel melanggar aturan operasional.
Suara.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta melaporkan hasil pengawasan intensif terhadap tempat hiburan malam selama bulan Ramadan. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyisir ratusan titik usaha pariwisata guna menjamin kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Hingga pertengahan Maret, tercatat sebanyak 328 tempat hiburan telah dipantau secara langsung oleh petugas di lapangan.
"Hampir 328 tempat hiburan sudah kami awasi selama bulan Ramadan ini," ujar Arifin, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan hasil pengawasan tersebut, petugas masih menemukan 27 tempat usaha yang nekat melanggar aturan batas waktu operasional yang ditetapkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta.
"Terhadap 27 tempat hiburan tersebut, kami telah memberikan peringatan resmi karena terbukti beroperasi di luar jam yang ditentukan," tambahnya.
Terkait pemberian sanksi, Satpol PP DKI saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif melalui teguran tertulis. Namun, Arifin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan untuk mengambil tindakan yang lebih tegas jika ditemukan pelaku usaha yang membandel.
"Langkah awal adalah pemberian peringatan. Jika mereka tetap melanggar secara berulang, kami pastikan akan dilakukan tindakan penutupan," tegas Arifin.
Sejauh ini, para pelaku usaha yang mendapat teguran dinilai cukup kooperatif. Pemantauan lanjutan menunjukkan bahwa para pelanggar mulai menaati aturan operasional pada hari-hari berikutnya.
"Mereka tidak membandel dan mulai mengikuti aturan. Setelah ditegur, mereka menutup usahanya sesuai dengan ketentuan waktu yang ada," jelasnya.
Baca Juga: Kisah Rosid Slameto: Mengembangkan Bisnis Sajadah Traveling Custom hingga Pasar Jepang
Arifin menilai tingkat kesadaran para pengusaha hiburan di Jakarta sudah cukup baik. Hal ini tidak terlepas dari langkah sosialisasi masif yang dilakukan Satpol PP DKI sebelum memasuki bulan Ramadan guna menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?