- Teror terjadi di Old Dominion University, Virginia, Kamis (12/3), dilakukan oleh Mohamed Jalloh, mantan Garda Nasional.
- Jalloh, terduga teroris pendukung ISIS, menembak instruktur ROTC dan melukai tiga orang sebelum dilumpuhkan mahasiswa.
- FBI menginvestigasi insiden penembakan ini sebagai aksi terorisme, menyusul teror serupa di Michigan pada hari yang sama.
Suara.com - Peristiwa teror secara beruntun terjadi di Amerika Serikat pada Kamis (12/3) waktu setempat.
Insiden terjadi di negara bagian Michigan dan Virginia, memicu kekhawatiran meningkatnya aksi kekerasan domestik di tengah situasi melawan Iran yang memanas.
Salah satu teror terjadi di Old Dominion University, Amerika Serikat saat terduga pelaku menembaki ruang kelas.
Biro Investigasi Federal (FBI) mengidentifikasi pelaku sebagai Mohamed Jalloh, mantan anggota Garda Nasional yang pernah dihukum karena memberi dukungan kepada kelompok teroris ISIS.
Penembakan terjadi sekitar pukul 10.43 pagi di gedung akademik Constant Hall.
Kepala Polisi kampus, Garrett Shelton, mengatakan pelaku tewas beberapa menit setelah petugas tiba.
Agen khusus FBI, Dominique Evans, menjelaskan pelaku tidak ditembak namnun dilumpuhkan oleh para mahasiswa.
“Mereka (mahasiswa) pada dasarnya berhasil menghentikan ancaman itu,” ujarnya.
Korban tewas dalam insiden tersebut adalah Brandon Shah, instruktur ROTC dan profesor ilmu militer.
Baca Juga: Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Polisi kampus Garrett Shelton seperti dikutip dari CNN Internasional mengatakan tiga korban lainnya mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit.
Menurut penyelidikan awal, Jalloh masuk ke ruang kelas dan menanyakan apakah itu kelas ROTC sebelum menembak instruktur beberapa kali.
Direktur FBI Kash Patel menegaskan kasus ini ditangani sebagai terorisme.
“Kami bekerja bersama aparat lokal untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan,” ujarnya.
Catatan pengadilan menunjukkan Jalloh pernah divonis 11 tahun penjara pada 2017 karena mencoba memberi dukungan kepada ISIS, termasuk merencanakan serangan saat Ramadan.
Jalloh dibebaskan pada Desember 2024 setelah menjalani sebagian hukuman.
Berita Terkait
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
-
Krisis Landa Banyak Negara, Prabowo: Rakyat Harus Tenang, Kita Masih Punya Kekuatan dan Kemampuan
-
Ancaman Trump ke Iran di Piala Dunia 2026 Disorot, Jurnalis Uruguay Ungkit Kasus Indonesia
-
Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
Polda Metro Larang Bundaran HI Jadi Lokasi Demo Mahasiswa, Minta Dialihkan ke Patung Kuda dan DPR
-
Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029
-
Massa Mahasiswa Diadang Rantis ke Bundaran HI, Sempat Terjadi Aksi Dorong
-
Bantah Kenal Pejabat Bea Cukai, Heri Black Akui Pernah Urus Kontainer Blueray
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer