Suara.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku pihaknya punya strategi jitu untuk menerapkan sanksi kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang kurang disiplin. Hal itu menurutnya dilakukan lewat pemberian kompensasi yang bakal diterima para PNS melalui Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Dinamis.
"DKI punya alat bantu banyak. TKD-nya bisa terpotong secara otomatis, karena TKD itu terkait dengan bagaimana kinerja dia (PNS yang bersangkutan). Apakah dia terlambat berapa menit, itu ada sanksinya," ungkap Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/4/2015).
Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI bakal memberikan TKD kepada para PNS di seluruh Jakarta dengan nilai yang cukup fantastis. Singkatnya, para PNS DKI bakal dinilai berdasarkan sistem poin, di mana per poinnya berharga Rp7.200 sampai Rp7.500 (tergantung jabatan).
Dalam hitungan-hitungan Pemprov DKI, seorang PNS golongan biasa bisa membawa pulang uang penghasilan (take home pay) mencapai Rp9 juta per bulan. Sementara untuk sekelas lurah dan camat, malah bisa meraih penghasilan hingga Rp33 juta per bulan, jika berhasil mengumpulkan poin maksimal.
Sementara menurut Djarot pula, terhadap para PNS yang membandel, Pemprov DKI juga tak segan-segan memberikan teguran keras, bahkan hingga tindakan pemecatan.
"Kalau itu (bermasalah dalam disiplin) terus-menerus, maka dia diberikan surat teguran 1, 2 dan 3. Dan kalau dia memang tidak serius, di-nonjob-kan. Kalau di-nonjob-kan masih belum, dengan senang hati, ya dipecat," tegas Djarot.
Tag
Berita Terkait
-
DKI Siap Terapkan WFH 1 Hari per Pekan, Pramono: Tapi Bukan Hari Rabu
-
Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan
-
Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan
-
Misteri Mobil Dinas Pelat B Buat Mudik Terungkap, Pemprov DKI: Punya Instansi Lain!
-
Gus Ipul Pecat PNS Kemensos Meski Data Absen Selalu Hadir, Ternyata Ini Triknya!
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'