Suara.com - Penyidik Bareskrim Polri menggeledah ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung terkait dengan kasus pengadaan alat penyimpan daya listrik, uninterruptible power supply, tahun 2014.
Menanggapi hal itu, Lulung mengatakan bahwa ia tidak bersalah dalam proyek pengadaan 25 paket UPS.
"Saya tidak berani ngomong sama rakyat saya bener, tapi saya berani ngomong bahwa saya benar dan tidak bersalah (sama keluarga), saya ngomong sama mamah (istri Lulung), anak-anak, dari kasus yang dibicarakan UPS saya bilang saya bersih kepada keluarga saya," ujar Lulung ketika memberikan keterangan pascapenggeledahan yang dilakukan Bareskrim Polri di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2015).
Politisi PPP meminta masyarakat sabar menunggu hasil pemeriksaan Bareskrim.
Lulung berharap agar kasus tersebut diselidiki secara transparan.
"Untuk masyarakat, biar waktu yang menjawab hanya saya harapkan pemeriksaan ini harus transparan, kalau saya dikatakan salah harus dikatakan salah, tapi unsur harus lengkap saya melanggar hukum dengan alat bukti (apa)," kata Lulung.
Lulung mengatakan mendapat dukungan moril dari keluarganya.
Penggeledahan ruang kerja Lulung dilakukan pada Senin (27/4/2015). Selain menggeledah ruang kerja Lulung, Bareskrim juga menggeledah ruangan Sekretariat Komisi E, dan ruang kerja Fahmi Zulfikar Hasibuan di lantai 5.
Dari ruangan Lulung, penyidik membawa dua tas berisi dokumen. Sementara dari Sekretariat Komisi E, penyidik menyita dua PC komputer, satu CPU, satu kardus berisi berkas.
Dalam kasus pengadaan UPS, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Zaenal Soleman dan Alex Usman.
Keduanya dijerat Pasal 2 dan atau 3 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambahkan dengan UU 20/2001 tentang Tipikor junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Patahnya Komponen Kaki-kaki Mobil Lepas L8 Fatal, Bukti Kegagalan Quality Control
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
Terkini
-
Mendag Tegaskan Larangan Impor Pakaian Bekas, Ini Alasan Kuat di Baliknya!
-
Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal
-
Cak Imin dan Jajaran PKB Bertemu Tertutup dengan Presiden Prabowo, Ada Apa?
-
KPK Ungkap Ambil Informasi dari Medsos soal Ridwan Kamil, Singgung Isu Aura Kasih?
-
Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump
-
KPK Bongkar Peran Tim 8, Timses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Caperdes
-
Kemensos Perkuat Sejumlah Program Mitigasi dan Penanganan Bencana pada Tahun Anggaran 2026
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat