Suara.com - Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mendukung pimpinan KPK untuk mundur dari jabatannya sebagai buntut penahanan Novel Baswedan oleh Bareskrim Polri.
Ray mengatakan bahwa kasus Novel Baswedan semakin menunjukkan semakin lemahnya wibawa KPK sebagai penegak hukum.
“Saya dukung kalau memang dia mau mengundurkan diri karena tidak mampu menjaga peranan KPK. Ruki itu telah menawar KPK dengan sangat murah. Kalau memang merasa sudah tidak mampu silakan mengundurkan diri,” katanya saat ditemui di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2015).
Dia menambahkan sejak Ruki menjabat sebagai plt Ketua KPK, kondisi lembaga tersebut justru semakin lemah. Buntutnya, kriminalisasi terhadap KPK terus berlanjut.
Dikhawatirkan, jika kasus ini dibiarkan, KPK bukan hanya dilemahkan, tetapi secara perlahan akan mengalami 'mati suri' dalam beberapa tahun ke depan.
“Kondisi KPK sudah semakin parah. Lebih parahnya ini dilalukan oleh institusi penegak hukum yang seharusnya melindungi. Apalagi sekarang semakin marak praperadilan. Lama-lama KPK akan mati suri. Ini era kematian KPK. Dalam dua tahun ke depan, mungkin 'prestasi' terbesar Polri adalah mematikan KPK," tegasnya.
Menurut Ray, 'kunci' dari polemik ini berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena itu dia meminta Presiden Jokowi untuk turun langsung menyelamatkan KPK.
"Sekarang kuncinya ada di Jokowi. Dia harus menyelamatkan KPK," pungkasnya.
Kasus Novel Baswedan terjadi pada 2004 saat ditugaskan sebagai Kasatreskrim Polresta Bengkulu. Dia diduga melakukan penganiayaan berujung kematian terhadap seorang pelaku pencurian sarang burung walet.
Pada 2012 kasus ini dibuka lagi, ketika KPK tengah menangani kasus korupsi mantan Kakorlantas Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo.
Dan saat ini, kasus Novel Baswedan terulang kembali. Penangkapannya kali ini terjadi ketika hubungan antara KPK-Polri menegang akibat penetapan tersangka calon Kapolri Budi Gunawan, yang kemudian diikuti dengan penetapan tersangka dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
-
PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel
-
PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon
-
Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
-
BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber
-
Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan
-
BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm
-
Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung
-
Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi
-
Kata-kata PBB soal Gencatan Senjata Lebanon - Israel, Menghentikan Penderitaan Rakyat di Jalur Biru