Suara.com - Dokter spesialis anak yang menangani pasien bernama Nasiran, Mars Nasrah, mengatakan perilaku ganjil yang ditunjukkan bocah berusia 14 tahun itu diakibatkan tidak adanya interaksi sosial selama ini. Kemudian, ditambah lagi oleh orang tuanya yang bisu sehingga saat ia tumbuh dengan tanpa belajar cara komunikasi, selain melalui isyarat.
"Ada kemungkinan hal yang terjadi pada Nasiran itu akibat tidak adanya interaksi sosial. Ibunya yang bisu, juga tidak mampu berbuat apa-apa. Sehingga saat ia melewati masa-masa permanen, tak ada perlakuan yang layak yang dapat ia contoh," kata Mars di Banda Aceh, Senin (11/5/2015).
Mars mengatakan kasus Nasiran merupakan yang pertama yang ditangani di Rumah Sakit Zainoel Abidin.
Itu sebabnya, dalam menangani pasien yang tidak diketahui keberadaan saudaranya ini, dokter rumah sakit meminta pendampingan beberapa dokter lintas divisi, termasuk melibatkan perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya.
Kata dia, untuk membentuk Nasiran berperilaku normal, untuk saat ini dokter rumah sakit hanya dapat melakukan beberapa langkah, di antaranya memberikan penanganan medis yang baik dan optimal.
"Misalnya kita memberi asupan gizi. Kemudian kita ajari kembali bagaimana cara makan yang benar, makan tepat waktu dan sebagainya. Ini pelan-pelan kita lakukan sambil terus memantau perkembangan dia," tutur Mars.
Sedangkan untuk masalah perilaku, dokter rumah sakit melibatkan seluruh divisi bagian rehab medik, seperti menghadirkan psikolog.
"Tahap pengobatan terhadap penyakit yang ditangani itu selama dua minggu. Sedangkan hal lain ini kan butuh proses yang panjang, karena dia tidak pernah berinteraksi," ujarnya.
Pun demikian, kata Mars, jelang dua minggu keberadaan Nasiran di RSUZA, kondisinya kian membaik. Sedikit demi sedikit ia mulai paham untuk memberi tanda jika menginginkan sesuatu.
"Saat dia lapar dia sudah bisa memberikan isyarat dan tidak makan apa yang di sekitar. Begitu juga saat ingin buang air, minum dan lainnya. Pelan sudah mulai mengerti. Tidak seperti kondisi awal saat dia kita terima," katanya. [Alfiansyah Ocxie]
Berita terkait
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan