Suara.com - Enam dari 16 WNI yang sempat dikabarkan ‘disandera’ perusahaan judi online di Pnom Penh, Kamboja, telah dibebaskan oleh kepolisian setempat.
“Enam diantaranya sudah dilepaskan karena tidak ditemukan bukti melakukan penggelapan uang,” ungkap Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Senin (18/5/2015).
Menurut Iqbal, saat ini enam WNI yang dibebaskan ini mendapat tawaran kembali bekerja ditempat semula atau pulang ke Indonesia.
“Hingga kini mereka belum menjawab (pilihan),” jelas Iqbal lagi.
Sedangkan 10 WNI sisanya, kata Iqbal, masih dalam proses hukum yang masih terus didampingi oleh petugas KBRI di Kamboja.
Sebelumnya diberitakan, 16 WNI asal Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Senin (18/5/2015) menjalani pemeriksaan di Kepolisian Pnom Penh, Kamboja karena kasus kriminal.
Sempat dikabarkan kalau 16 WNI itu disandera oleh perusahaan judi online yang mempekerjakan mereka. Belakangan berita ini dibantah oleh kemenlu.
KBRI mendapat informasi kalau belasan WNI itu dituduh menggelapkan uang sekitar Rp2,1 miliar.
“Tertuduh berjumlah 17 orang, dimana satu orang (telah) melarikan diri dengan membawa paspor pribadinya,” kata Iqbal.
“Mereka tidak disandera, tetapi ditempatkan di shelter perusahaan untuk diserahkan ke aparat malam ini atau besok (Minggu 17 Mei 2015) jika tidak mengganti uangnya,” tambah Iqbal.
Para WNI tersebut masuk ke Kamboja dengan paspor san dan visa turis yangs udah diganti dengan visa kerja, namun kini disita oleh perusahaan bersangkutan.
“Paspor mereka disimpan perusahaan. Paspor akan diberikan kalau mereka cuti atau ke luar negeri,” jelas Iqbal lagi.
Sedangkan WNi yang melarikan diri, Jefry Sun, kini tengah dalam pengejaran kepolisian Kamboja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan
-
Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?
-
'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs
-
Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I