Suara.com - Sebanyak 16 warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Senin (18/5/2015) menjalani pemeriksaan di Kepolisian Pnom Penh, Kamboja karena kasus kriminal.
Ke-16 WNI ini yakni Handy, Hendra, Sukandi, Rusdy Yanto, Candra Lim, Winson Fernandho, Yanto, Teddy, Sedi, Edy, Toni, Suandi Sofyan, Yang Yang, Johny, Ade Hengky Putra, Ade Gusrianto dan Wisely ditahan oleh perusahaan judi online Dailong Company Limited sejak Februari lalu.
Kepala Kepolisian Resort Kepulauan Meranti, AKBP Pandra Arsyad kepada Antara di membenarkan peristiwa ini. Ia mengaku telah mendapat pemberitahuan melalui surat elektronik dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Kamboja di Pnom Penh beberapa waktu lalu.
"Ke 16 warga Meranti akan menjalani pemeriksaan di Kepolisian Pnom Penh hari Senin ini," kata Pandra.
Pandra menjelaskan pemeriksaan ini untuk mencari tahu apakah ke 16 warga Meranti yang ditahan oleh perusahaan judi online Kamboja, Dailong Company Limited sejak Februari 2015 ini turut terlibat dalam dugaan penyelewengan uang perusahaan sebesar Rp2,1 miliar.
Pandra mengatakan ke-16 orang ini ditahan setelah Jefry Sun, manajer mereka menyelewengkan uang perusahaan sebesar Rp2,1 miliar.
Menurut Pandra, 16 warga Meranti mengetahui adanya dugaan penyelewengan dana tersebut, namun mereka tidak berani mengungkapkan kepada yang berwenang karena Jefry adalah atasan sekaligus yang membawa mereka ke Kamboja untuk bekerja di perusahaan judi online yang berada di Provinsi Kandal atau 90 kilometer dari ibu kota Kamboja, Pnom Penh tersebut.
Pandra memastikan bahwa keberadaan seluruh warga Meranti tersebut dalam keadaan sehat serta di perlakukan dengan baik oleh pihak perusahaan.
"Mereka sebenarnya tidak dikurung, tapi hanya ditahan perusahaan dan mendapat perlakuan yang baik. Selanjutnya KBRI juga memastikan bahwa dokumen mereka dalam keadaan aktif," ujarnya.
Sementara keberadaan Jefry hingga kini belum dapat dipastikan, namun Pandra mengatakan telah melakukan upaya pencarian termasuk menggeledah rumahnya dan memeriksa orang tua Jefry. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Prabowo Bangga pada Sugianto, PMI Penyelamat 7 Lansia dari Kebakaran di Korea Selatan
-
Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap
-
Memanas! Klub TOP Oss Bawa Status WNI Nathan Tjoe-A-On ke Jalur Hukum
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi