Suara.com - Direktur SOS Children's Villages sekaligus pegiat perlindungan anak, Gregor Hadiyanto Nitihardjo menyoroti sistem sosial di Indonesia yang masih belum melindungi anak. Antar tetangga masih belum peduli dengan anak-anak.
Hadi bercerita di kebanyakan negara maju, seseorang bisa menegur tetangganya yang dicurigai berbuat kasar dengan anaknya sendiri. Di Indonesia belum seperti itu.
"Karena belum ada kesadaran, sistem monitoring pada tingkat paling rendah pun belum ada. Di negara maju sudah ada. Kalau ada anak yang nangis terus semalaman di rumah, besok paginya didatangin rumah itu," kata Hadi di 'Rumah Aman' SOS Children's Villages di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (18/5/2015) malam.
"Banyak yang tidak tahu. Itu urusan di belakang pintu bukan urusan kita. Ini media harus mengajari, kalau ini bukan ranah privat, ini sudah ranah publik. Publik bisa masuk ke dalam kalau ada perlakuan salah kepada anak," tambah dia.
Kata dia, kekerasan pada anak di lingkungan keluarga terjadi karena orang dewasa banyak yang tidak memahami hak anak. Padahal, anak-anak juga ingin dimengerti seperti tuntutan orang dewasa yang ingin dimengerti dan dihormati anak-anak.
"(Kekerasan pada anak terjadi) sejak ribuan tahun lalu. Karena anak tidak dianggap istimewa, penting dan berharga. Orang dewasa tidak pernah bicara tentang bagaimana cara menghargai anak," jelas dia.
Sebelumnya terjadi kasus kekerasan anak di Cibubur terungkap setelah warga melaporkan penelantaran terhadap AD (8), anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Utomo dan Nurindria.
Setelah itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kementerian Sosial, dan polisi datang ke lokasi untuk mengevakuasi kelima anak tersebut. Lantas, mereka dititipkan di rumah aman milik negara.
Sementara Utomo dan istrinya dibawa ke Polda Metro Jaya. Belakangan, terungkap lagi, pasangan suami istri itu mengaku sebagai pemakai narkoba.
Untuk kasus dugaan penelantaran dan kekerasan terhadap anak, status Utomo dan Nurindria masih sebagai terlapor. Sedangkan untuk kasus narkoba, hari ini mereka jadi tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar