Suara.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR Jazuli Juwaini mengaku prihatin dengan kondisi pengungsi Rohingya yang sekarang terdampar di Kuala Langsa, Aceh. Jazuli menyatakan bahwa rasa kemanusiaan harus dikedepankan dalam kasus ini.
"Kita sangat prihatin dan bersedih masih ada saudara-saudara kita yang terbuang dari negaranya. Atas nama kemanusiaan dan hak asasi manusia yang dijunjung tinggi oleh konstitusi (UUD 1945) serta posisi strategis kita sudah seharusnya Indonesia mengambil peran, dan respon Pemerintah yang utama adalah memberikan bantuan dan pertolongan,” kata Jazuli, Selasa (19/5/2015).
Dia mengapresiasi Kementerian Luar Negeri yang dengan tegas menyatakan tidak akan mengusir pengungsi Rohingya dan memberikan bantuan kemanusiaan.
Jazuli juga mengapresiasi rasa kemanusiaan warga Aceh yang beberapa waktu lalu turut membantu menyelamatkan 790 pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Aceh.
Ketua DPP PKS ini menyitir karakter bangsa yang dirumuskan secara tepat oleh pendiri bangsa dalam sila-sila Pancasila, terutama sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
“Saya kira rasa kemanusiaan yang ditampilkan bangsa ini adalah bentuk ekspresi karakter bangsa yang berketuhanan, bahwa semua manusia adalah ciptaan Tuhan yang harus dihargai dan dijaga hak-hak kemanusiaannya. Inilah kebanggaan (dignity) kita sebagai bangsa, apalagi kita mendengar negara lain menolak para pengungsi ini," kata Jazuli.
Jazuli menyatakan bahwa kunci penyelesaian pengungsi Rohingya ada di negara asalnya, Myanmar.
Warga muslim Rohingya yang tertindas di negerinya sendiri, menurut Jazuli, sudah menjadi perhatian dunia internasional. Sebagai sesama negara anggota ASEAN, Indonesia harus mendorong ASEAN untuk mendesak Pemerintah Myanmar menyelesaikan masalah internal negara serta tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap etnis Rohingya atas nama kemanusiaan dan HAM.
“ASEAN bisa melakukan sidang darurat dan memanggil Myanmar untuk membahas dan mencari solusi masalah ini,” kata Jazuli.
Jazuli mengusulkan dibentuknya Koalisi Kemanusiaan Internasional untuk Rohingya.
“Jika Pemerintah Myanmar tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah internalnya, maka sudah saatnya diperlukan intervensi dari negara-negara lain, utamanya negara-negara ASEAN. Saya usulkan semacam koalisi kemanusiaan internasional untuk Rohingya," kata Jazuli.
Hal ini, menurut Jazuli, bukan tanpa alasan mengingat ekses kemanusiaan sudah menjadi masalah negara-negara lain, seperti kasus pengungsi yang terdampar. Menurut lembaga urusan pengungsi PBB, UNHCR, masih ada ribuan pengungsi yang terkatung-katung di perairan Asia Tenggara.
Selama beberapa hari terakhir, lebih dari 2.000 pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh mendarat di Malaysia dan Indonesia. PBB mengimbau negara-negara Asia Tenggara, terutama Thailand, Malaysia, dan Indonesia agar menaati aturan internasional kelautan dan menyelamatkan pengungsi yang terancam tenggelam atau kelaparan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard