Suara.com - Menyusul peredaran beras yang mengandung plastik di Bekasi, Jawa Barat, Satuan Industri dan Perdagangan Ditrektorat Reserse Kriminal Khusu Polda Metro Jaya meninjau langsung Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2015).
Menurut pantauan suara.com, enam polisi saat ini sedang mengambil sampel beras yang dijual oleh para pedagang.
"Kita ditugaskan untuk mengambil sampel beras di Pasar Induk Cipinang," kata Anggota Subdit indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Anang Perbowo saat ditemui wartawan.
Saat ini pengambilan sampel beras dilakukan di enam kios yang ada di pasar tersebut.
Kepala Pasar Induk Cipinang Eri Muhtasyid juga ikut mengawal pengambilan sampel beras.
Belakangan ini masyarakat diresahkan dengan temuan beras yang terbuat dari plastik. Dikabarkan peredarannya sudah masuk sampai Bekasi, Jawa Barat.
Beras plastik atau beras sintetis ini diduga diimpor dari Cina.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas
-
Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?
-
Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?
-
10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?