Aktivitas pedagang beras di pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kapala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan penyelidikan kasus beras plastik dihentikan karena dianggap sudah selesai. Kasus distop karena hasil penelitian Pusat Laboratorium dan Forensik Polri menyatakan beras tak mengandung plastik.
"Kemarin sudah disampaikan, laboratorium kami menyatakan tidak ada unsur plastik dalam beras itu. Dan penyelidikan soal beras plastik sudah selesai," kata Budi Waseso di Bareskrim Polri, Rabu (27/5/2015).
Mengenai hasil laboratorium Sucofindo yang dirilis Pemerintah Kota Bekasi yang menyatakan positif beras plastik, Budi mengatakan hasil itu belum valid.
"Soal hasil lab Sucofindo itu mungkin awal, jadi mungkin belum lengkap. Karena proses penelitian itu ada standarnya, minimal empat hari. Sucofindo kan tangani baru satu hari setelahnya, mungkin itu memang baru ada dugaan saja," kata dia.
Saat ini, kata Budi, polisi menemukan kasus beras baru, yaitu beras yang dioplos dengan bahan kimia untuk pemutih.
"Tapi kami temukan juga dugaan beras dioplos dengan bahan kimia atau pemutih, dan zat lainnya. Ini sedang kami tangani. Sekarang lagi dites di lab, hasilnya belum keluar. Berarti kan tinggal satu permasalahan itu," kata dia.
Beras oplosan ditemukan di wilayah Jakarta Selatan. Tempat temuan beras oplosan sudah disegel Polres Jakarta Selatan.
Budi mengatakan uji laboratorium beras dilakukan dalam lima tahap dan butuh waktu paling cepat empat hari.
"Jadi kami hati-hati meneliti beras itu apakah benar-benar mengandung bahan kimia atau tidak. Puslabfor sudah mengambil sampel, sekarang sedang bekerja," kata dia.
"Kemarin sudah disampaikan, laboratorium kami menyatakan tidak ada unsur plastik dalam beras itu. Dan penyelidikan soal beras plastik sudah selesai," kata Budi Waseso di Bareskrim Polri, Rabu (27/5/2015).
Mengenai hasil laboratorium Sucofindo yang dirilis Pemerintah Kota Bekasi yang menyatakan positif beras plastik, Budi mengatakan hasil itu belum valid.
"Soal hasil lab Sucofindo itu mungkin awal, jadi mungkin belum lengkap. Karena proses penelitian itu ada standarnya, minimal empat hari. Sucofindo kan tangani baru satu hari setelahnya, mungkin itu memang baru ada dugaan saja," kata dia.
Saat ini, kata Budi, polisi menemukan kasus beras baru, yaitu beras yang dioplos dengan bahan kimia untuk pemutih.
"Tapi kami temukan juga dugaan beras dioplos dengan bahan kimia atau pemutih, dan zat lainnya. Ini sedang kami tangani. Sekarang lagi dites di lab, hasilnya belum keluar. Berarti kan tinggal satu permasalahan itu," kata dia.
Beras oplosan ditemukan di wilayah Jakarta Selatan. Tempat temuan beras oplosan sudah disegel Polres Jakarta Selatan.
Budi mengatakan uji laboratorium beras dilakukan dalam lima tahap dan butuh waktu paling cepat empat hari.
"Jadi kami hati-hati meneliti beras itu apakah benar-benar mengandung bahan kimia atau tidak. Puslabfor sudah mengambil sampel, sekarang sedang bekerja," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Segera Koleksi, Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2.664.00/Gram
-
Bela Kekasih yang Digoda, Pria Ini Ambruk Bersimbah Darah Dihantam Batu di Triple X Surabaya
-
Ritel Mulai Tinggalkan Perang Diskon, Pengalaman Belanja Jadi Andalan
-
Korsleting Masih Jadi Penyebab Kebakaran Jakarta, Warga Diminta Pasang Alat Listrik Berstandar SNI
-
Korsleting Masih Jadi Penyebab Kebakaran Jakarta, Warga Diminta Pasang Alat Listrik Berstandar SNI
-
4 OOTD Modern Casual-Chic ala Jang Gyu Ri, Buat Gaya Makin On Point!
-
Stop Judi Online! KKN UNISA Yogyakarta Edukasi Pemuda Jomblangan
-
Kualitas Udara Membaik, Status Pekanbaru Jadi Siaga Darurat Karhutla
-
4 OOTD Modern Casual-Chic ala Jang Gyu Ri, Buat Gaya Makin On Point!
-
Rebalancing MSCI Berlaku, IHSG Dibuka Tetap Hijau di Level 6.500