Suara.com - Sebuah gunung berapi di kepulauan Kuchinoerabujima Jepang Selatan meletus pada Jumat (29/5/2015) pagi dan memuntahkan asap hitam ke langit.
Akibat letusan ini, warga pulau dievakuasi dan memaksa penerbangan untuk mengalihkan beberapa penerbangan ke Okinawa. NHK melaporkan aliran piroklastik gas super-panask dan batu mengalir di sisi puncak dan mencapai laut setelah letusan itu.
"Ada ledakan besar dan asap hitam naik segera," kata Nobuaki Hayashi, seorang pejabat pulau setempat kepada NHK.
Belum ada laporan mengenai adanya korban luka dari pulau yang dihuni sekitar 140 orang itu. Yang pasti pulai ini hanya bisa diakses dari luar dengan menggunakan perahu. Segere asetelah kejadian, sebuah feri dikirim ke pulau yang terletak sekitar 160 km (100 mil) selatan dari pulau Kyushu ini untuk mengevakuasi warga. Sementara pemerintah Jepang telah mendirikan kantor manajemen bencana.
Jepang All Nippon Airways mengatakan akan mengalihkan sebagian penerbangan ke Okinawa dan Asia Tenggara sebagai tindakan pencegahan, namun tidak berencana untuk membatalkan penerbangan. Sementara Japan Airlines (JAL) mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengubah penerbangannya.
Tidak segera jelas apakah letusan akan mempengaruhi pembangkit nuklir Sendai Kyushu yang baru dibersihkan pada Rabu (27/5/2015) sebagai langkah terakhir untuk menghidupkan kembali pembangkit listrik itu pascagempa Fukushima Daiichi pada 2011.
Gunung berapi ini terakhir meletus musim panas tahun lalu dan daerah yang terkena aliran piroklastik terjadi telah dinyatakan sebagai area terlarang. Pulau ini sekitar 1.000 km barat daya Tokyo. (Reuters)
Berita Terkait
-
Membaca Haru no Sora: Mengapa Si Tukang Bully Berhak untuk Terluka?
-
Candaan soal Pemain Jepang Tuai Kontroversi, Rafael van der Vaart: Tidak Ada Niat Rasis
-
Mentalitas Baja Samurai Biru: Mengapa Jepang Layak Jadi Kuda Hitam Paling Berbahaya
-
Pengadilan Jepang Sidang Korban Salah Tangkap Kasus Pembunuhan yang Sudah Meninggal 15 Tahun Lalu
-
Bukan Sekadar Menang: Pelajaran Berharga dari Suporter Jepang di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T
-
Lantik ASN di Desa Terpencil, KDM Ingatkan Tugas Melayani Masyarakat hingga Pelosok
-
Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
-
KPK Sita Toko, Salon, Hingga Rumah Milik Bupati Nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027
-
Tito Sebut Pemulihan Pascabencana di Sumatera Makin Progresif, Infrastruktur Permanen Dipercepat
-
Fantastis! Libur Sekolah Bikin Negara Hemat Rp3,4 Triliun dari Program Makan Bergizi Gratis
-
Lawan Putusan Pengadilan Militer! 4 Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding
-
Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi