Suara.com - Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho menegaskan partainya siap berkoalisi bersama partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dalam Pemilihan Kepala Daerah pada 9 Desember 2015, dengan melihat secara objektif kondisi perpolitikan di daerah.
"Putusan di KMP (Koalisi Merah Putih) bahwa di Pilkada ini tidak seperti di pusat. Namun apabila bisa sinkron (format KMP di pusat) justru lebih baik," kata Taufik Ridho di Ruang Rapat Fraksi PKS di DPR RI, Jakarta, Rabu (3/6/2015).
Menurut dia apabila strategi koalisi KMP di tingkat pusat diterapkan di daerah maka akan mengganggu dinamika politik di daerah.
Dia menjelaskan dirinya sebagai Ketua Desk Pilkada PKS sudah mulai memproses perkembangan DPD dan DPW PKS menghadapi Pilkada serentak 2015.
Hal itu, menurut dia, dilakukan untuk mempetakan kemungkinan pencalonan kader PKS, kemungkinan mengusung kader non PKS, dan kemungkinan koalisi dengan partai lain.
"Kami memberikan kebebasan kepada DPD dan DPW PKS di daerah kalau dalam lobi-lobi politik ada kepentingan kedaerahan," ujarnya.
Taufik menjelaskan PKS menilai banyak variabel dalam menentukan calon kepala daerah dalam Pilkada serentak seperti bagaimana elektabilitas dan penerimaan masyarakat.
Hal itu, menurut dia, menjadi pertimbangan bagi PKS dalam memajukan calon kepala daerah dalam Pilkada serentak.
"Kalau tidak diterima masyarakat bagaimana. Karena itu elektabilitas dan penerimaan masyarakat menjadi pertimbangan kami," ujarnya.
Dia menegaskan PKS menargetkan memperoleh kemenangan 15-17 persen di wilayah yang melaksanakan Pilkada serentak, dengan mengusung calon dari internal partai.
Taufik menjelaskan PKS tidak mencalonkan kadernya di semua daerah yang melaksanakan Pilkada serentak namun memperhatikan kondisi politik di daerah.
"Dari total 269 daerah yang ikut Pilkada serentak ada tujuh provinsi dan sisanya kabupaten/kota, tidak semuanya PKS mencalonkan kader karena mempertimbangkan faktor variabel," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar