News / Internasional
Sabtu, 06 Juni 2015 | 12:59 WIB
Ilustrasi pemusnahan narkoba. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Uni Eropa menyebutkan India menjadi negara pemasok paling banyak narkoba jenis baru atau legal highs. Obat-obatan asal India membanjiri Eropa.

Laporan The Europe Drug Report 2015 menjelaskan jika cathinones sintetis seperti mephedrone, pentedrone dan MDPV yang berbentuk bubuk dan tablet membanjiri pasar gelap narkoba Eropa. Parahnya sebagian obat-obatan jenis baru itu belum masuk dalam dafar obat-obatan yang belum dilarang di Eropa.

"Produksi cathinones tampaknya terutama bersumber di India. Obat-obatan itu kemudian diimpor ke Eropa, di mana mereka dikemas dan dipasarkan sebagai legal highs dan dijual di pasar gelap," tulis laporan itu seperti dilansir Times of India, Sabtu (6/6/2015).

Pengumuman itu dikeluarkan, Jumat kemarin waktu setempat. Legal highs ini ini hasil rekasaya percampuran berbagaimacam obat-obatan yang menimbulkan efek seperti candu.

Maka itu The EU Early Warning System telah mengidentifikasi lebih dari 70 cathinones baru di Eropa. Sementara The Europe Drug Report 2015 melaporkan zat psikoaktif baru terdeteksi di Uni Eropa tahun lalu dan berkembang dua zat baru per minggu.

Ini memberikan dampak pertambahan jumlah total zat yang dipantau lebih dari 450 jenis. Inggris, pemerintah menyebutkan jika legal highs itu dijual sampai ke jalan-jalan sekitar Inggris.

Salah satu menteri di Inggris Norman Baker menyebutkan jika tahun lalu ada 68 orang yang tewas akibat narkoba jenis baru asal India.

The International Narcotics Control Board pun melansir hampir 700 situs yang menjual narkoba jenis baru di Eropa. Dari jumlah itu ada 140 situs yang memiliki server di Inggris. INCB juga mencatat ada 80 juta orang dewasa di Eropa menggunakan narkoba. Itu seperempat populasi Uni Eropa. (Times of India)

Tag

Load More