Suara.com - Uni Eropa menyebutkan India menjadi negara pemasok paling banyak narkoba jenis baru atau legal highs. Obat-obatan asal India membanjiri Eropa.
Laporan The Europe Drug Report 2015 menjelaskan jika cathinones sintetis seperti mephedrone, pentedrone dan MDPV yang berbentuk bubuk dan tablet membanjiri pasar gelap narkoba Eropa. Parahnya sebagian obat-obatan jenis baru itu belum masuk dalam dafar obat-obatan yang belum dilarang di Eropa.
"Produksi cathinones tampaknya terutama bersumber di India. Obat-obatan itu kemudian diimpor ke Eropa, di mana mereka dikemas dan dipasarkan sebagai legal highs dan dijual di pasar gelap," tulis laporan itu seperti dilansir Times of India, Sabtu (6/6/2015).
Pengumuman itu dikeluarkan, Jumat kemarin waktu setempat. Legal highs ini ini hasil rekasaya percampuran berbagaimacam obat-obatan yang menimbulkan efek seperti candu.
Maka itu The EU Early Warning System telah mengidentifikasi lebih dari 70 cathinones baru di Eropa. Sementara The Europe Drug Report 2015 melaporkan zat psikoaktif baru terdeteksi di Uni Eropa tahun lalu dan berkembang dua zat baru per minggu.
Ini memberikan dampak pertambahan jumlah total zat yang dipantau lebih dari 450 jenis. Inggris, pemerintah menyebutkan jika legal highs itu dijual sampai ke jalan-jalan sekitar Inggris.
Salah satu menteri di Inggris Norman Baker menyebutkan jika tahun lalu ada 68 orang yang tewas akibat narkoba jenis baru asal India.
The International Narcotics Control Board pun melansir hampir 700 situs yang menjual narkoba jenis baru di Eropa. Dari jumlah itu ada 140 situs yang memiliki server di Inggris. INCB juga mencatat ada 80 juta orang dewasa di Eropa menggunakan narkoba. Itu seperempat populasi Uni Eropa. (Times of India)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
-
Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang
-
Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo