Suara.com - Mine Mori melirik malu-malu lelaki yang tengah duduk di depannya. Selama ini Mori mengaku hanya mencintai kucing, musik dan makanan kare.
Mori berada di sebuah acara perjodohan yang digelar sebuah biara Budhis di sana. Mori yang berusia 32 tahun berlum juga menikah, karena dia seorang biarawati. Dia mencari suami yang sempurna. Dengan mengenakan gaun hitam yang menutupi tubuhnya dia duduk malu-malu.
'Matchmaking' tengah populer di Jepang. Sebagai negara yang mempunyai kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia, Jepang tidak cukup baik dari sisi regenerasi. Sebab angka pernikahan dan kelahiran terus menyusut di sana. Banyak warganya yang memilih untuk tidak menikah karena berbagai alasan. Kalau pun menikah, mereka menikah di usia tua.
Terakhir dalam setahun hanya ada 653.740 pernikahan. Ini tercatat terus merosot sejak perang dunia berakhir. Sementara rata-rata usia menikah pun terus mundur. Perempuan di sana rata-rata menikah di usia 29 tahun, sementara lelaki 31 tahun.
Seperti dilansir Telegraph, Sabtu (27/6/2015), biaya hidup di Jepang tidak murah, mulai dari perawatan anak sampai dengan biaya pendidikan. Ini membuat anak muda di Jepang takut untuk menikah.
Hal itu mendiorong pemerintah swasta dan pemerintah berinisiatif untuk menggelar perjodohan. Serta mendorong pekerja mudanya untuk menikah dan memiliki anak.
Kalangan biarawati dan biarawan juga terdorong untuk 'menyelamatkan' generasi Jepang. Meski dengan menikah, artinya mereka melanggar janji. Tapi mereka ingin menjamin kelangsungan hidup dan mempunyai keturunan.
Pemerintah Jepang pun sudah mensubsidi acara perjodohan sebesar 3 miliar yen. Perdana Menteri Shinzo Abe beberapa waktu lalu mengatakan ingin meningkatkan jumlah kelahiran yang turun selama 60 tahun terakhir.
Dalam acara perjodohan itu, perempuan dan lelaki akan dihadapkan dengan pilihan lawan jenisnya. Mereka saling bertukar catatan mulai dari hobi, makanan kesukaan sampai suami yang diinginkan. Jika sudah menemukan pasangan yang cocok, mereka bisa langsung memutuskan untuk menikah. (Telegraph)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini