Suara.com - Omar Amir, 62, orangtua korban jatuhnya Hercules mengaku memiliki firasat buruk sebelum pesawat nahas mengalami kecelakaan maut di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015).
"Saya sudah ada firasat, sejak empat hari yang lalu jantung agak berbedar tak menentu," kata Omar, ketika ditemui di rumahnya di Jalan Adisucipto Gg. Nusa Indah No 59, Pekanbaru.
Omar adalah ayah kandung Tri Astuti Indah Sari, yang merupakan istri Serda Ainul Abidin. Tri beserta suami dan kedua anaknya yakni Rizky Putri Ramadhani (11) dan Muhammad Arif Wicaksono (7) menjadi bagian dari korban jatuhnya Hercules.
"Saya akhirnya mengikhlaskan dan rela saja, kalau mereka harus berangkat hari ini. Dan sekarang pun saya dan keluarga sudah ikhlas apa pun yang akan terjadi," katanya.
Firasat lain yang dirasakannya adalah ketika melihat Tri mendadak menjadi pendiam beberapa hari sebelum keberangkatan. Padahal, biasanya, Tri sangat periang dan selalu ceria.
Selain itu, ia juga merasakan ada keanehan sebelum keluarganya berangkat karena mainan kesayangan cucu kecilnya, Muhammad Arif Wicaksono tertinggal di rumahnya.
Mainan itu berupa miniatur pedagang bakso dengan gerobak dari plastik. Menurutnya, mainan itu tidak pernah lepas dari tangan cucunya.
"Saya heran kenapa bisa tertinggal, biasanya tidak pernah lepas selalu dibawa ke mana-mana," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa keberangkatan Serda Ainul Abidin sekeluarga menuju Ranai, Kabupaten Natuna, untuk bertugas. "Jadi rencananya mereka semua akan pindah ke Natuna, cucu saya juga sudah diurus untuk pindah sekolah di sana," katanya.
Ia mengatakan malam sebelum keberangkatan, seluruh pihak keluarga berkumpul di rumahnya untuk menggelar selamatan dan berdoa bersama. Setiap anggota keluarga yang lebih tua memberikan nasehat dan wejangan agar mereka selamat tiba di Natuna.
"Saya masih ingat dia (menantu-RED) berkata bahwa akan menjaga anak dan cucu saya sampai akhir hayatnya," kata Omar Amir sambil meneteskan air mata. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
DPRD DKI Restui Pramono Anung Hapus Jejak Proyek Monorel Mangkrak: Jakarta Ingin Indah
-
Terapkan KUHP Baru, Kejagung Akan Minimalisir Hukuman Penjara untuk Kejahatan Ringan
-
Bukan Sekolah Biasa! Ini Dia 6 Fakta Sekolah Rakyat Prabowo
-
Aizzudin Abdurrahman Sudah Diperiksa, KPK Punya Bukti Aliran Dana Kasus Haji ke Petinggi PBNU
-
Pelukan Jokowi-Eggi Sudjana di Solo Akhiri Drama Sengketa Ijazah: Bagaimana Nasib Roy Suryo Cs?
-
Misteri Harta Jurist Tan, Aset 'Tangan Kanan' Nadiem Bakal Dicari Kejagung Meski Buron
-
Bongkar PBB PT Wanatiara Persada, KPK Ungkap Ada Dugaan Aliran Dana Kasus Pajak ke DJP
-
Cekal Bos Djarum, Kejagung Klaim Masih Usut Dugaan Korupsi Manipulasi Pajak
-
Badai PHK Hantam 88 Ribu Pekerja Sepanjang 2025: Jawa Barat dan Jawa Tengah Paling Babak Belur
-
Diteror Usai Kritik Penanganan Bencana Sumatra, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi