Suara.com - Sejumlah pimpinan lembaga negara kumpul di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2015). Agenda mereka, di antaranya membahas tindak lanjut penanganan kasus pelanggaran hukum berat masa lalu
Jaksa Agung HM. Prasetyo, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menkum HAM Yasonna Laoly, dan Komisioner Komnas HAM Nuc Cholis, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman, adalah sebagian pejabat yang rapat.
Usai pertemuan, Prasetyo mengatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Menurut dia penyelesaian kasus pelanggaran HAM sudah mulai menemui titik terang.
"Kami sepakat untuk segera membentuk tim kerja. Kasus ini diserahkan kepada Kejagung dan Komnas HAM, dan segala hasilnya akan kami sampaikan kepada Pak Presiden. Tapi intinya , saya tegaskan, kami semua sepakat, bahwa pelanggaran Ham berat masa lalu ini bisa kami selesaikan secepat mungkin," kata Prasetyo.
Dia berharap masalah para korban atau orang-orang yang terkait dalam kasus pelanggaran HAM berat segera selesai secara rekonsiliasi.
"Bagaimana semua pihak bisa saling memaafkan," ujarnya.
Nur Cholis menambahkan pertemuan ini akan tetap dilanjutkan, pertemuan yang akan datang akan dipimpin Menkopolhukam.
"Nanti akan dibentuk Komite untuk mengungkap kebenaran. Ada 15 orang yang akan dipimpin di bawah Presiden langsung. Komite ini nanti terdiri dari unsur korban atau masyarakat, dari Komnas HAM, kejaksaan, purnawirawan TNI, purnawirawan Polisi dan beberapa tokoh yang dianggap kredibel. Ini nanti akan didorong untuk mengungkap kebenaran peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu," kata dia.
Hasil pertemuan akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara