Suara.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), diwakili Susilaningtias, Lia Gunawan, dan Rolinovian selaku tenaga ahli divisi penerima permohonan LPSK, Jumat (3/7/2015) mendatangi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar (P2TP2A).
Tim LPSK ini bertemu dengan juru bicara sekaligus pendamping hukum dari P2TP2A Kota Denpasar, Siti Sapurah dan beberapa orang yang berstatus sebagai saksi dalam kasus Engeline Margriet Megawe (Angeline).
LPSK datang karena ada permohonan perlindungan saksi dari Siti. Alasannya, saksi mengaku sering diancam oleh orang-orang tak dikenal melalui telepon dan SMS, bahkan tak jarang melalui media sosial.
Dalam pembicaraan, saksi menceritakan apa yang mereka ketahui soal Angeline kepada tim LPSK. Hasil pembicaraan akan menjadi bahan bagi LPSK untuk menelah lebih lanjut permohonan perlindungan yang mereka sampaikan kepada LPSK.
“Kalau hari ini adalah informasi penting yang mereka ketahui terkait dengan kasus Angeline. Jenis ancaman yang dialami oleh saksi yakni melalui telepon dan sms, ancaman itu tertuju kepada anggota keluarga masing masing saksi," kata Susilaningtias.
Dari 9 saksi ini, semuanya memiliki potensi mendapat ancaman dari orang-orang tertentu karena saksi memiliki informasi penting dalam kasus pembunuhan Angeline.
Namun dalam kasus pembunuhan Angeline, LPSK mengaku akan segera memberikan perlindungan kepada saksi. Sayangnya LPSK tidak bisa merinci terkait dengan ancaman ancaman yang dialami oleh 9 saksi dengan alasan dirahasiakan.
“Ada saksi saksi yang membutuhkan perlindungan dari LPSK,” ujarnya.
(Luh Wayanti)
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam