- Kejati Jateng menegaskan bahwa kehadiran tim kejaksaan di SPPG hanya untuk melakukan pengumpulan data administratif secara rutin.
- Arfan Triono membantah adanya tindakan penggeledahan, operasi tangkap tangan, maupun pemeriksaan formal terhadap personel Polri di wilayah tersebut.
- Klarifikasi ini disampaikan pada Sabtu, 25 Januari 2026, sebagai tanggapan atas beredarnya surat edaran terkait dugaan pemeriksaan personel Polri.
Suara.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah angkat bicara meluruskan kabar yang beredar terkait aktivitas mereka di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kejati menegaskan bahwa tidak ada tindakan penggeledahan, pemeriksaan formal, apalagi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pengelola SPPG di wilayah Jawa Tengah.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng, Arfan Triono, menjelaskan bahwa kehadiran tim kejaksaan di lapangan murni untuk menjalankan fungsi administratif.
"Yang dilakukan oleh kejari se-Jawa Tengah adalah melaksanakan tugas pengumpulan data dan keterangan secara langsung ke titik-titik SPPG," ujar Arfan di Semarang, Sabtu (25/1/2026).
Bantah Panggil Personel Polri
Tak hanya soal penggeledahan, Arfan juga menepis isu miring mengenai pemanggilan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang terlibat dalam pengelolaan SPPG.
Ia memastikan hingga saat ini hubungan antarlembaga tetap berjalan kondusif tanpa ada pemeriksaan pro-justitia.
"Hingga saat ini tidak ada pemanggilan atau pemeriksaan terhadap personel Polri maupun pihak-pihak lain," tegasnya.
Menurut Arfan, pendekatan yang dilakukan di lapangan mengedepankan sisi humanis dan profesional. Tim kejaksaan hanya mencatat data bagi pengelola yang bersedia memberikannya.
Baca Juga: Polri Bidik 1.500 Dapur MBG Rampung Akhir 2026, Siap Layani 3,5 Juta Penerima
"Apabila pengelola SPPG bersedia memberikan data atau informasi, maka data tersebut akan diterima dan dicatat. Sebaliknya, apabila tidak bersedia memberikan data, kondisi itu juga dicatat sebagai bagian dari hasil pendataan tanpa adanya tindakan pemaksaan," jelas Arfan.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses ini dilakukan secara akuntabel dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah guna mewujudkan kepastian hukum bagi masyarakat.
Awal Mula Isu: Surat Edaran Polda Jateng
Klarifikasi ini muncul setelah beredarnya surat edaran yang diduga berasal dari Kasubbid Paminal Bidang Propam Polda Jateng.
Surat tersebut menyoroti adanya pemeriksaan oleh kejaksaan terhadap personel Polri yang bertugas mengelola SPPG.
Dalam surat itu, personel Polri diminta untuk tetap waspada dan tidak memenuhi panggilan kejaksaan tanpa prosedur pendampingan yang sah dari Bidkum, Propam, maupun Irwasda di Mapolres setempat. (Antara)
Berita Terkait
-
Program MBG Tersendat, Massa Turun ke Jalan Bawa Sayuran
-
Ribuan Dapur MBG 3T Mangkrak 8 Bulan, Pengelola Klaim Rugi Belasan Triliun
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Besar-besaran, Kemenkeu Ikut Awasi SPPG
-
Pukat UGM Desak Kejagung Usut Semua SPPG, Termasuk yang Dikelola Aparat
-
Polri Bidik 1.500 Dapur MBG Rampung Akhir 2026, Siap Layani 3,5 Juta Penerima
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar