News / Internasional
Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:00 WIB
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
Baca 10 detik
  • Israel memperingatkan Amerika Serikat mengenai dugaan rencana Iran untuk membunuh Donald Trump berdasarkan laporan The Wall Street Journal.
  • Pejabat Amerika Serikat menilai informasi tersebut sebatas percakapan umum elite Iran dan bukan merupakan rencana operasional yang konkret.
  • Ketegangan ini berakar sejak tahun 2020 akibat sumpah balas dendam Iran atas kematian Jenderal Qassem Soleimani terhadap Trump.

Suara.com - Israel dilaporkan telah memperingatkan Amerika Serikat terkait dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump.

Informasi tersebut diungkap dalam laporan The Wall Street Journal yang menyebut adanya indikasi plot yang masih berkembang.

Namun, laporan itu tidak merinci waktu maupun jalur penyampaian intelijen tersebut.

Sejumlah pejabat Washington menilai informasi itu belum mengarah pada ancaman konkret, melainkan sebatas percakapan umum di kalangan elite Iran.

Ketegangan ini berakar sejak 2020, ketika Iran secara terbuka bersumpah membalas kematian Jenderal Qassem Soleimani.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir. [Tribune]

Sejak saat itu, ancaman terhadap Trump kerap muncul dalam berbagai pernyataan dan forum resmi di Teheran.

Dua pejabat Amerika Serikat menyebut informasi dari Israel kemungkinan juga memiliki muatan politik.

Mereka menilai langkah tersebut bisa bertujuan memperkuat hubungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Trump, sekaligus memengaruhi kebijakan Washington terhadap Iran.

“Informasi ini lebih mencerminkan diskusi umum, bukan rencana operasional yang spesifik,” ujar salah satu pejabat AS.

Baca Juga: Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Meski demikian, Trump sendiri mengaku menyadari adanya ancaman terhadap dirinya.

Trump bahkan menyebut namanya masuk dalam daftar target.

“Saya ada di semua daftar mereka. Sejauh ini saya mungkin beruntung, tapi itu bisa berubah,” kata Trump.

Situasi keamanan semakin diperketat di tengah meningkatnya tensi antara AS dan Iran.

Trump bahkan sempat menggunakan pesawat Air Force One lama atas rekomendasi Secret Service, sebagai langkah pencegahan selama perjalanan luar negeri.

Load More