Suara.com - Kepolisian Resor Kota Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya menangkap pelaku pembuang bayi, M (51), warga Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Aur Malintang.
"Pelaku kami ringkus setelah mengumpulkan sejumlah saksi dan barang bukti. Dia terbukti membuang bayi yang merupakan cucu kandungnya sendiri," kata Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Hidup Mulia, di Pariaman, Senin.
Bayi perempuan tersebut awalnya ditemukan pengembala sapi warga sekitar bernisial AS (70) di Sungai Batang Tiku, Kecamatan VI Koto Aur Malintang Rabu (1/7/2015) sekitar pukul 10.13 WIB.
Pelaku mengaku kepada polisi, dia membuang bayi tersebut sekitar pukul 09.00 WIB karena kata dia, menantunya tidak menerima kehadiran bayi tersebut sebagai anak kandungnya.
"Kepada pihak kepolisian dia menyebutkan, anak tersebut merupakan hasil hubungan gelap anaknya berinisial S (20) ibu bayi tersebut dengan S (35) warga sekitar. Ibu korban mengaku sudah berpacaran dengan S saat dia sudah dijodohkan oleh orang tuanya," kata dia.
Kemudian lanjutnya, setelah empat bulan menjalani rumah tangga E melahirkan seorang anak di saat suaminya pergi merantau ke Malaysia. Mendengar kabar tersebut suami E tidak menerima keberadaan anak tersebut.
"Melihat kondisi seperti itu, nenek korban yang merasa malu akhirnya menawarkan anak tersebut ke masyarakat sekitar, dan tidak satupun ada masyarakat yang mau menerima karena tidak memiliki kejelasan pasti tentang anak tersebut," ucap Hidup.
Dia menyebutkan, pelaku akan dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.
"Sementara waktu, kasus ini masih kami kembangkan. Baru ada satu tersangka, namun tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainya," ungkapnya.
Hidup Mulia mengatakan prihatin terhadap kasus yang terjadi di daerah polres setempat karena masih ada orangtua ataupun pihak keluarga yang tega membuang darah dagingnya sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
Geger Bayi di Cipayung: Dibuang di Jurang, Ditemukan Hidup dalam Goodie Bag Saat Kerja Bakti
-
Bayi yang Dibuang ke Panti Anak Yatim di Jakbar Meninggal, Sejoli Buronan Polisi Masih Santai Kerja
-
Berakhir Tewas usai Dibuang ke Depan Panti Anak Yatim, Pembuang Bayi di Palmerah Diburu Polisi
-
Tangisan di Teras Rumah Pecah Hening Malam di Ciruas, Bayi Perempuan Ditinggalkan Begitu Saja
-
Bikin Haaru! Ini Isi Surat Orang Tua Bayi yang Ditinggal Depan Rumah Warga di Jaktim
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan
-
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan
-
Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?
-
Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis
-
Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan
-
Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total
-
Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi
-
Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat