News / Nasional
Selasa, 07 Juli 2015 | 16:42 WIB
Rumah penyidik KPK Afif Julian Miftah di Jalan Anggrek Blok A, Nomor 160, Perumahan Mediterania Regency, Kelurahan Cikunir, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi [suara.com/Tri Setyo]

Suara.com - Warga perumahan Mediterania Regency mengaku kalau penyidik KPK Afif Julian Miftah, yang mendapat teror ancaman bom, ternayata jarang bergaul dengan warga setempat.

"Pak Afif ini orangnya tertutup, jarang bergaul dengan warga lain," kata seorang warga bernama Daniel kepada Suara.com di Bekasi, Selasa (7/7/2015).

Hal senada juga diakui warga lain bernama Doddy. Menurutnya, Afif termasuk warga yang jarang keluar rumah untuk berbaur dengan warga lain di kompleksnya.

"Padahal warga di sini termasuk aktif, tapi Pak Afif ini jarang keluar rumah. Begitu pulang kerja ya langsung masuk rumah, nggak keluar lagi," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa Afif juga tidak mau memakai tanda pengenal warga berupa stiker.

"Di sini ada sistim ada stiker pengenal tanda warga sebagai identitas dan Pak Afif nggak mau masang. Biasanya warga taruh stiker itu di mobil, hal ini untuk memudahkan Satpam untuk membedakan mana yang warga dan mana yang tamu," ujar Doddy.

Seperti diketahui, warga Perumahan sempat dikejutkan oleh aksi orang tak dikenal yang menaruh kotak berisi lilitan kabel yang di depan pagar rumah Afif di Jalan Anggrek Blok A, Nomor 160, pada Minggu (5/7/2015) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut hasil penelusuran Tim Gegana Polri, kotak yang sebelumnya diduga bom ternyata hanya styrofoam yang dililit kabel dan tidak memiliki daya ledak.

Load More