Suara.com - Rumah penyidik KPK Afif Julian Miftah di Mediterania Regency, Bekasi, kini dijaga oleh polisi setelah mendapat ancaman teror bom pada Minggu kemarin (5/7/2015).
Menurut seorang petugas polisi yang berjaga di rumah Afif, sejumlah personel polisia bakal berjaga selama seminggu penuh.
"Saya menjaga rumah Pak Afif selama seminggu, dari sore sampai malam," ujar Eddy seorang anggota Badan Pembinaan dan Ketertiban Masyarakat dari Polres Bekasi Kota kepada Suara.com, Selasa (7/7/2015).
Dia mengatakan, rumah Afif saat pagi sampai siang juga dijaga oleh pihak keamanan dari KPK. Namun, pihak keamanan dari KPK hanya menjaga selama tiga hari pasca kejadian teror tersebut.
"Kalau pagi sampai siang disini dijaga keamanan dari KPK, biasanya ada dua orang. Kalau malam baru dari kepolisian dan warga yang bantu jaga di sini, tapi cuma tiga hari, kalau dari kepolisian sampai seminggu," katanya.
Pasca teror tersebut, di dekat rumah Afif juga didirikan posko keamanan sementara. Hal ini bertujuan untuk memantau rumah Afif dari kemungkinan teror susulan.
"Posko ini didirikan dekat rumah Pak Afif biar kita gampang memantau siapa saja yang mengunjungi rumah Pak Afif," kata Eddy.
Seperti diketahui, warga Perumahan sempat dikejutkan oleh aksi orang tak dikenal yang menaruh kotak berisi lilitan kabel yang di depan pagar rumah Afif di Jalan Anggrek Blok A, Nomor 160, pada Minggu (5/7/2015) sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut hasil penelusuran Tim Gegana Polri, kotak yang sebelumnya diduga bom ternyata hanya styrofoam yang dililit kabel dan tidak memiliki daya ledak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa