Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menyita sepucuk senjata api laras panjang jenis AK-50 beserta seratusan amunisi milik anggota kriminal bersenjata di provinsi paling barat Indonesia tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Nurfallah di Banda Aceh, Sabtu (11/7/2015), mengatakan selain mengamankan senjata api, polisi juga menangkap pemiliknya bernama Faisal Rani alias Komeng.
"Komeng merupakan DPO polisi. Ia merupakan kepala operasi kelompok kriminal bersenjata Din Minimi yang selama ini dicari-cari polisi," katanya.
Operasi penangkapan anggota Kelompok Din Minimi melibatkan tim gabungan Polda Aceh, Mabes Polri, dan sejumlah personel kepolisian resor di Aceh. Tersangka Komeng ditangkap, Sabtu (11/7/2015) dini hari. Tersangka ditangkap di rumahnya di Gampong Seuneubok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.
"Tersangka Komeng terpaksa ditembak kakinya karena saat hendak ditangkap berusaha melarikan diri," kata Nurfallah.
Dari hasil pemeriksaan polisi, kata dia, tersangka Komeng memiliki senjata api. Dari pengakuannya tersangka senjata api miliknya dititipkan kepada Saiful alias Si Pon di kawasan Lambaro, Aceh Besar.
"Senjata api itu dititip tersangka Komeng karena dia kabur diri pengejaran polisi saat kontak tembak di kawasan Limpok, Aceh Besar, beberapa waktu lalu," kata dia.
Dari pengakuan Komeng, kata dia, Din Minimi, pimpinan kelompok kriminal bersenjata, terlibat langsung mengeksekusi hingga tewas dua anggota TNI di Aceh Utara beberapa bulan lalu. Dengan ditangkapnya Komeng, polisi sudah menangkap 23 orang anggota kelompok Din Minimi. Sedangkan empat orang lainnya tewas setelah kontak tembak dengan aparat keamanan.
"Dari tangan kelompok ini, polisi menyita belasan senjata api laras panjang dan pendek ribuan butir amunisi serta perlengkapan lainnya. Ada sekitar 23 anggota kelompok ini masih dalam pengejaran," kata Nurfallah. (Antara)
Berita Terkait
-
Perang Rebutan Lahan Pecah! 52 Orang Tewas di Kolombia
-
Baku Tembak di Tembagapura: TNI Lumpuhkan Kelompok Bersenjata, 1 Tewas dan 6 Ditangkap
-
Genosida Mengerikan di Suriah: Jasad Korban Ditinggalkan di Lembah dan Pegunungan!
-
Taliban Bebaskan 2 Warga AS, Tukar dengan Gembong Narkoba
-
Suriah Bubarkan Semua Kelompok Bersenjata! HTS Umumkan Era Baru Tanpa Milisi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja
-
KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan
-
Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas
-
Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar
-
Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?
-
Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital
-
Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit
-
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Langsung Suarakan Hapus Outsourcing
-
Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun