Suara.com - Gubernur California Jerry Brown menandatangani Undang-Undang Upah Minimum untuk para cheerleader atau pemandu sorak. Para cheerleader akan mendapatkan upah minimum, kompensasi, tunjangan dan manfaat lainnya.
Seperti dilansir LA Times, cheerleader nantinya akan mendapatkan hak cuti sakit, tunjangan makan dan transportasi. Namun itu hanya untuk mereka yang berstatus karyawan di sebuah perusahaan terbuka. Bukan perusahaan alih daya. UU itu diteken, Rabu (15/7/2015) kemarin.
Hak cheerleader itu dilindungi hukum California. Bahkan mereka dibayar perjam, dan itu sudah ada ketentuannya.
Undang-undang ini dibuat lantaran ada aduan jika cheerleader di beberapa klub basket mengalami pemotongan pendapatan sepihak. Di antaranya mereka yang bekerja menjadi cheerleader di Oakland Raiders, Cincinnati Bengals, New York Jets dan Buffalo Bills. Aduan itu sudah digugat.
Keluarnya UU ini disambut baik para cheerleader. Salah satunya, Gonzalez, cheerleader dari sekolah tinggi dan DI Stanford University. Dia mengatakan selama menjadi cheerleader, dia dianggap sebagai profesional. (LA Times)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi