Suara.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar menegaskan agar seluruh masyarakat daerah atau khususnya yang di perdesaan untuk menghindari konflik. Karena saat ini adalah era desa untuk membangun. Tanpa solidaritas bersama, desa yang satu dengan desa lainnya akan terus terjadi ketimpangan.
"Hindari konflik, ini era desa membangun. Konflik akan sangat merugikan. Selain akan menimbulkan rasa ketakutan masyarakat, juga akan menghambat kesejahteraan rakyat untuk membangun desanya. Padahal kehidupan antar desa juga sangat penting dan perlu rasa kebersamaan," ujar Menteri Marwan dalam pernyataan pers yang diterima Suara.com, Minggu (19/7/2015).
Hal tersebut dikemukakan terkait terjadinya insiden di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015). Menurut Marwan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa dan kecamatan hingga daerah, sangat penting terjalin.
"Tidak perlu lagi ada egoisme agama dan antar desa lagi.Komunikasi harus dikedepankan untuk menghindari konflik. Ini saya sampaikan, tidak hanya untuk insiden di Papua, tapi untuk seluruh wilayah Indonesia bahwa kita harus sama-sama sadar dan tenangkan diri. Bangun solidaritas dan kebersamaan kehidupan beragama dan masyarakat. Ayo kita sama-sama membangun desa," ujarnya.
Dengan terbangunnya solidaritas dan terjalinnya harmonisasi antar beragama dan antar desa, Marwan mengatakan, keinginan bersama seluruh rakyat Indonesia untuk membangun wilayahnya secara adil dan merata akan sama-sama terbentuk.
"Hindari hal sekecil apapun yang memicu konflik. Lebih baik mencegah, daripada sudah terlanjur terjadi," ujarnya.
Dikatakan Marwan, rencana prioritas kementerian desa yang dipimpinnya itu yakni terjalinnya koneksitas antar desa terpencil dengan desa tetangganya yang sudah lebih maju.
"Dengan cara ini, hubungan ekonomi yang harmonis sangat diperlukan. Jika saling bermusuhan, maka akan sulit pemerataan desa membangun akan terjadi," ujarnya.
"Kalau kesenjangan atau ketimpangan antar daerah atau desa dijadikan alasan, sekarang ini tidak lagi jadi alasan. Sudah dipersiapkan dana desa yang perlahan akan menyamaratakan kehidupan antar desa," ujar Menteri asal Pati, Jawa Tengah.
Persoalan konflik, kata Marwan, memang menjadi masalah bersama dari pemerintah pusat sampai tingkat daerah. Namun yang paling terpenting adalah peran di daerah dari jajaran provinsi hingga desa. Pasalnya, mereka yang memahami karakter masyarakatnya sendiri.
"Perlu dibangun komunikasi lintas desa, sehingga antar desa akan saling mengenal masyarakat lainnya," ujarnya.
"Cara yang paling sederhana adalah, gotong royong. Tidak hanya terbangun di satu desa saja, tapi perlu melibatkan juga warga desa lainnya. Misalnya infrastruktur desa, ajak warga antar desa untuk bersama-bersama terlibat. Dari sini, akan terjadi komunikasi penting antar warga," Marwan menambahkan.
Misalnya lagi, kata Menteri Marwan, membangun tempat ibadah. Upayakan agar aparat kecamatan sebagai fasilitator penghubung antar desa mengajak desa-desa terdekatnya untuk terlibat membangun.
"Jangan dilihat dari perbedaan agamanya, yang paling terpenting ada tatap muka antar warga dan desa terjadi. Maka dengan cara ini konflik bisa diminimalisir. Dengan tradisi gotong royong itulah, sesama warga antar desa akan sama-sama merasakan dan saling memiliki. Sederhana tapi rasa kebersamaan itu sangat penting dan tak ternilai harganya," ujar Marwan.
Menteri Marwan juga mengingatkan dana desa yang sudah dikucurkan pemerintah pusat bisa dijadikan sarana mempertemukan masyarakat lintas desa. Dalam musyawarah dana desa, pasti ada kepentingan gagasan bersama antar desa tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!