Suara.com - Arus balik pada H+2 Lebaran di jalur timur Sumatera Utara (Sumut) dari Kabupaten Asahan hingga Kota Medan terlihat ramai lancar.
Berdasarkan hasil pantauan di Medan pada Minggu {19/7/2015) malam, kendaraan yang melintas di salah satu jalur utama di Sumatera Utara tersebut lebih banyak yang menuju Kota Medan.
Meski kondisinya cukup ramai, namun sebagian kendaraan yang melintas tersebut dapat menempuh perjalanan dengan kecepatan sekitar 60 km per jam.
Kepadatan kendaraan yang mengarah kemacetan terlihat di Pasar Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara disebabkan banyaknya aktivitas masyarakat.
Potensi kemacetan juga terlihat ketika memasuki Kota Tebing Tinggi disebabkan banyaknya masyarakat yang keluar dari lokasi pemandian.
Kemudian, kepadatan lalu lintas juga terlihat menjelang Tugu Beo dan perlintasan rel kereta api di Kota Tebing Tinggi.
Kemacetan lalu lintas baru terlihat di Pasar Bengkel, Kabupaten Serdang Bedagai karena menjadi lokasi pembelian oleh-oleh dan adanya perlintasan kereta api.
Kemacetan terparah terjadi menjelang perlintasan kereta api hingga persimpangan di kota Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang dengan antrean kendaraan sekitar 5 km.
Selain banyaknya kendaraan yang melintas di persimpangan, adanya beberapa kendaraan yang mogok juga memperparah kemacetan lalu lintas tersebut.
Sedangkan kepadatan yang hampir menyebabkan kemacetan terjadi mendekati persimpangan menuju Bandara Kualanamu hingga gerbang tol di Kecamatan Tanjung Morawa.
Hingga mendekati pukul 23.30 WIB, kepadatan di persimpangan menuju Bandara Kualanamu tersebut masih terus berlangsung. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025