Suara.com - Kerusuhan antarsuporter yang terjadi pada pertandingan Final Piala Polda Jawa Tengah antara kesebelasan Persis Solo dan PSIS Semarang mengundang keprihatinan warga Solo, Jawa Tengah.
Keprihatinan mereka tunjukkan lewat aksi di car free day, Jalan Slamet Riyadi, Solo. Mereka mengumpulkan tanda tangan dari masyarakat di atas spanduk berukuran besar. Spanduk tersebut ditulisi “Stop Perusuh Sepakbola.”
Selain tanda tangan, masyarakat juga menyelipkan beraneka ragam pesan terhadap suporter sepakbola di Indonesia. Ada yang menghujat, ada pula yang menginginkan perbaikan.
Seperti “Sesama pasopati kok gelut,” “Stops kekerasan sepakbola,” “Jadilah suporter dan penonton yang bijaksana.”
Salah seorang pengunjung, Kristian mengatakan salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan antar suporter adalah perbaikan manajeman. Jika manajemen suporter diperbaiki, kericuhan akan dapat diantisipasi.
“Paling tidak bisa kompak. Semua suporter harus satu tujuan dengan manajemen yaitu mendukung tim kesayangan. Jangan sebaliknya melakukan kerusuhan,” kata warga Yogyakarta kepada Suara.com, Minggu (2/8/2015).
Perbaikan manajemen suporter tidak hanya dilakukan pada salah satu kesebelasan. Namun juga dilakukan kepada seluruh manajemen suporter tim sepakbola di Indonesia. Pasalnya, selama ini setiap ada pertandingan sepakbola pasti ada kericuhan yang dilakukan suporter.
“Jangan ada politisasi dan diskriminasi dalam sepakbola. Jadikan sepakbola di Indonesia sebagai pertandingan olahraga yang sehat,” tambah warga Pucangsawit, Jebres, Budi Utomo.
Budi berharap, Presiden Joko Widodo ikut terlibat dalam perbaikan sepakbola di Indonesia, khususnya dalam mengatasi kerusuhan antar suporter.
Sementara penggagas aksi, Mayor Haristanto, menambahkan penggalangan tanda tangan tersebut adalah sebagai salah satu upaya untuk mengumpulkan saran dan kritik bagi suporter sepakbola.
“Nanti akan kita serahkan kepada pelaku kepentingan demi menciptakan suporter yang sehat, tanpa ada kericuhan,” kata dia.(Labib Zamani)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek