News / Internasional
Sabtu, 08 Agustus 2015 | 07:58 WIB
Ilustrasi tentara Belanda (Shutterstock).

Suara.com - Para tentara Belanda terpaksa harus menggunakan mulutnya untuk berteriak "Dor, dor, dor!" untuk menggantikan bunyi senjatanya dalam latihan, karena stok peluru di negara itu sudah habis.

Fakta ini terbongkar dalam sebuah email rahasia dari Kementerian Pertahanan Belanda yang diperoleh oleh stasiun televisi RTL Nieuws dan dikutip oleh sejumlah media di Eropa.

"Saya tak bisa mengubahnya menjadi lebih baik, tetapi memang tak ada peluru lagi," bunyi email itu.

Minimnya peluru, jelas Kementerian Pertahanan Belanda, disebabkan oleh "tingginya konsumsi amunisi" dan "lamanya waktu pengiriman". Tetapi kementerian itu menambahkan bahwa latihan masih bisa digelar "selama memang benar dibutuhkan".

Habisnya peluru disesalkan oleh VBM, organisasi serikat pekerja militer. Jean Debie, ketua VBM, mengatakan bahwa kejadian ini adalah bencana yang merusak moral tentara.

"Ini tentu saja sebuah bencana bagi moral militer. Ini tak boleh terjadi pada seorang tentara profesional," kecam Debie. (The Independent)

Load More