Suara.com - Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menginginkan masa jabatannya yang akan berakhir Maret 2016 diperpanjang hingga 2017, jika memang daerahnya tak diikutkan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.
"Atau diperpanjang jabatan Bupati juga, kayak saya yang 6 Maret akan habis," kata Uu saat berbicara dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2015).
Alasan Uu, menginginkan perpanjangan masa jabatanya itu lantaran pelaksana tugas (Plt) Tasikmalaya dinilai tidak akan efektif dalam menjalankan pemerintahan. Bupati definitif dinilainya lebih leluasa bergerak dibanding seorang plt.
"Daripada Plt kan kebijakan berbeda, lebih sempit. Padahal di daerah butuh kebijakan-kebijakan untuk memajukan daerah itu," jelasnya.
Lebih jauh, Uu juga mengharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa segera menerbitkan Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu) sebagai solusi calon tunggal di Pilkada.
Tasikmalaya merupakan satu dari tujuh daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon dalam Pilkada serentak. Pasangan Uu Ruzhanul Ulum-Ade Sugianto, menjadi satu-satunya calon yang mendaftar saat pendaftaran ditutup 3 Agustus lalu. Apabila samapi 11 Agustus 2015 tidak ada calon lain yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka pelaksanaan Pilkada di Tasikmalaya terancam ditunda.
Berita Terkait
-
Agar Masyarakat Lebih Peduli, Doli Golkar Kini Usul Pilpres-Pileg Juga Dipisah
-
MK Diskualifikasi Paslon pada Pilbup Mahakam Ulu karena Buat Kontrak Politik dengan Ketua RT
-
Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah Serentak, Tjhai Chui Mie: Sangat Membanggakan Bagi Kami Semua
-
Kemendagri Bakal Kumpulkan Kepala Daerah Terpilih Lagi Besok di Monas, Persiapan Rinci Gladi Bersih Pelantikan
-
Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024: Khofifah-Emil Puncaki Perolehan Suara Pilkada Serentak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa
-
Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?