Suara.com - Polisi bakal membidik kasus "dwelling time" atau bongkar muat petik kemas di seluruh pelabuhan Indonesia. Hal itu menyusul kasus dugaan suap dan gratifikasi proses bongkar muat peti kemas di Pelabungan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Kemungkinan di pelabuhan-pelabuhan lain juga terjadi. Makanya kami kembangkan terus kasus ini," kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso di Jakarta, Minggu (9/8/2015).
Menurutnya, kasus dugaan kongkalikong perizinan bongkar muat itu tak hanya terjadi di pelabuhan besar, tetapi juga terjadi di pelabuhan kecil.
"Di pelabuhan-pelabuhan kecil mungkin juga ada kasus seperti ini," ujarnya.
Bekas Kapolda Gorontalo ini menuturkan bahwa kepolisian di sejumlah wilayah juga sudah mulai menelusuri kasus ini. Dia menambahkan, kepolisian di sejumlah daerah atau Polda-Polda tidak perlu menunggu perintah dari Mabes Polri bila menemukan kasus serupa, namun harus langsung melakukan langkah-langkah penindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Dalam menjalankan tugas Undang-undang tidak harus ada perintah," katanya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menyatakan, pihaknya akan memanggil pihak Kementerian Perindustrian dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok. Pejabat Kementerian Perindustrian akan diperiksa.
"Nanti kami akan panggil Kementerian Perindustrian, kalau terkait (terlibat) akan jadi satu berkas perkara. Bila tidak terkait nanti beda berkas. Kami akan kembangkan penyelidikan ke tempat lain (institusi lain)," kata Tito, Jumat (7/6/2015) lalu di Mabes Polri.
Tito menegaskan kasus ini sejak awal telah ditangani oleh Polda Metro Jaya berdasarkan perintah langsung Kapolri. Namun ia belum bisa memastikan apakah ada Menteri yang akan diperiksa dalam kasus ini.
"Belum sampai ke sana," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan