Suara.com - Kalangan tenaga kerja wanita (TKW) bermasalah di Mesir diduga sengaja menghilangkan paspor dengan tujuan dipulangkan ke Indonesia secara gratis oleh KBRI Kairo, kata seorang pejabat KBRI di Kairo.
"Ketika diwawancara oleh KBRI beberapa di antara TKW itu mengaku paspornya hilang, tidak tahu alamat majikan, tidak tahu sponsor yang memberangkatkan mereka dari Indonesia, sehingga mereka mencari perlindungan ke KBRI dan minta dipulangkan ke Indonesia secara gratis," kata Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo, Lauti Nia Astri Sutedja kepada Antara, Kamis (13/8/2015).
Pernyataan senada diutarakan Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo, Windratmo Suwarno.
"Persoalan utamanya para TKW itu kabur dari majikan dan tidak membawa paspor sehingga mereka harus dipulangkan," katanya.
KBRI Kairo saat ini sedang menjaring TKW ilegal yang tidak memiliki dokumen perjalanan berupa paspor (undocumented) atau izin tinggal (visa) telah melampaui batas waktu (overstayers), untuk dipulangkan ke Indonesia atas biaya pemerintah.
Lauti mengungkapkan, seringkali KBRI Kairo dijadikan sebagai tempat pelarian atau "escape route" bagi TKW ilegal yang sudah bosan bekerja dan ingin pulang tanpa mengeluarkan biaya.
Dengan alasan mendapatkan perlakuan kasar dari majikan, padahal dari hasil pemeriksaan medis tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, penyiksaan, atau alasan beban kerja yang menurut mereka terlalu berat, mereka kemudian kabur dan berlindung ke KBRI, katanya.
"Modus seperti ini sangat membebani keuangan negara, karena tidak jarang setelah beberapa lama dipulangkan ke Indonesia, mereka kembali lagi ke luar negeri atau bahkan sering terlihat lagi di Mesir.
Menurut Lauti, beragam masalah yang dihadapi TKW yang "tak memiliki dokumen" atau undocumented dan overstayers, mulai dari perlakuan kasar dari majikan, tidak betah, sakit, hingga kecelakaan kerja.
Namun demikian, paparnya, perlu digarisbawahi bahwa penampungan atau "shelter" KBRI bukanlah "save haven", sehingga setiap WNI bermasalah dapat ditampung.
Lauti mengemukakan, bagi TKW yang tidak tahu sama sekali nama majikan maupun sponsor, KBRI menyimpulkanm umumnya akibat faktor pendidikan yang rendah, atau sering kali keterangan mereka berubah-ubah.
Menyinggung kapasitas tempat penampungan TKW di KBRI Kairo, Lauti menjelaskan, idealnya hanya bisa menampung 10 orang, namun kerap melebihi 20 orang sehingga tidak kondusif.
"Prinsip perlindungan KBRI adalah melindungi WNI yang benar-benar dalam kesulitan, dalam hal ini jika terdapat tanda-tanda penganiayaan secara fisik, atau depresi," ujarnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Inspiratif, Kisah Mantan TKI Jadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung
-
6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri
-
Eksploitasi Pekerja di Taiwan Mengincar WNI, Modus Iming-iming Gaji Besar
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif