Suara.com - Menteri Perdagangan Thomas Lembong berencana akan mengimpor 200 sampai 300 ribu ekor sapi hingga akhir 2015. Dalam waktu dekat ini dikabarkan akan masuk impor sapi sebanyak 50 ribu ekor sapi dari Australia.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Ismed Hasan Putro menyesalkan jika keran impor sapi hanya dari Australia saja dan menduga ada oknum politisi yang ‘bermain’.
"Kenapa kami harus mengimpor dari Australia, bukan India atau Brazil? Saya rasa itu kental berbau politik," ujar Umar dalam diskusi di Jakarta, (22/8/2015).
Mantan Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini mengatakan, terlalu bergantungnya Indonesia terhadap impor sapi asal Australia menimbulkan banyaknya oknum rente yang terus mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.
Dia pun mengimbau kepada pemerintah untuk tidak bergantung pada Australia impor sapi.
“India itu sapinya melimpah, karena kan konsumsi sapi di sana sedikit. Kenapa nggak dari sana? Arab saja berani impor dari sana. Di Brazil juga, sapinya kenapa nggak dari sana? Takut antrax itu nggak lagi, kan kita punya pakar yang ahli. Jangan jadikan itu alasan. Kalau memang pemerintah mau membuat harga daging sapi normal,” ungkapnya.
Ismed juga berharap pemerintah harus berani memotong alur oknum rente yang berkaitan dengan pangan. Apalagi para oknum tersebut, sangat merugikan para peternak maupun petani dalam negeri.
"Alur rente dipotong terkait dengan pangan ataupun daging, tiga tahun mafia impor daging sapi sudah jelas siapa orangnya dan berapa triliun yang dirugikan," katanya.
Menurutnya, pemerintah harus tegas dalam mengatur para importir. Terutama ketegasan untuk mencabut izin para importir, yang kerap menahan pasokan hingga harga bergejolak.
"Dicabut izinnya jangan sekedar disidak dan selesai, kalau tidak dilakukan punishment kita terus terkena dengan mafia impor," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno