Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai penertiban bangunan yang dilakukan Pemprov DKI telah mengkriminalisasikan warga Kampung Pulo. Pasalnya menurut Koordinator Kontras Haris Azhar, para warga yang menempati bantaran kali Ciliwung itu telah tinggal lama.
"Kalau misalnya warga Kampung Pulo itu kriminal, kenapa ada RT kenapa ada RW. Kenapa sebagian dari mereka punya sertifikat. Siapa yang kasih uang APBD, siapa yang ngasih aliran listrik, itu semua yang ngasih Pemda DKI," kata Haris di kantor YLBHI Jakarta, Minggu (23/8/2015).
Untuk itu sebelum melakukan penggusuran, dia meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyelidiki pejabat Pemprov DKI yang sebelumnya memberikan jaminan hidup kepada warga Kampung Pulo.
"Sebelum Ahok menggusur, mengkriminalkan melalui polisi, Ahok harus mengkriminalkan dulu pejabat-pejabatnya dihitung mundur beberapa tahun yang ngasih jaminan listrik, yang mengakui mereka sebagai warga Jakarta. Yang ngasih KTP, yang ngeluarin sertifikat, Kalau semua terbukti baru bisa melakukan penggeseran bukan penggusuran. Itu yang penting dilakukan. " katanya.
Haris menambahkan, proyek normalisasi sungai Ciliwung tersebut harus bisa dibeberkan secara transparan kepada warga yang terkena gusuran Kampung Pulo.
"Saya pikir itu penting untuk dihargai, ada banyak soal lain-lain juga, bukan sekedar menggusur Kampung Pulo belaka," katanya.
"Sangat sedih sekali. Seminggu terakhir ini Kita lihat kabar di media Kampung Pulo, kita harus menyaksikan yang namanya orang miskin itu begitu gampangnya disingkirkan. Tidak ada ruang bagi mereka untuk beragumentasi," kata Haris menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor