Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Jhonny G Plate, dalam diskusi 'Dana Amunisi DPR', di Jakarta, Sabtu (20/6/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat DPR Johnny G. Plate menyarankan agar DPR menunggu hasil kajian pemerintah atas tujuh proyek dewan bernilai triliunan rupiah yang telah memicu pro dan kontra di tengah perekonomian yang kurang baik.
"Kita tahu kondisi perekonomian kita sedang begini, penerimaan negara juga sedang dalam tantangan, kelenturan fiskal juga menjadi pekerjaan berat untuk dipenuhi, pemerintah sedang mengkaji kembali.
Kita tunggu saja kajian pemerintah, apakah itu bisa dibiayai sekarang, dengan kondisi ekonomi negara saat ini," kata Johnny, Rabu(26/8/2015).
Tujuh proyek DPR terdiri dari pembangunan museum dan perpustakaan, alun-alun demokrasi, jalan akses bagi tamu ke gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian legislasi, pembangunan ruang anggota dan tenaga ahli, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR.
"Kita tahu kondisi perekonomian kita sedang begini, penerimaan negara juga sedang dalam tantangan, kelenturan fiskal juga menjadi pekerjaan berat untuk dipenuhi, pemerintah sedang mengkaji kembali.
Kita tunggu saja kajian pemerintah, apakah itu bisa dibiayai sekarang, dengan kondisi ekonomi negara saat ini," kata Johnny, Rabu(26/8/2015).
Tujuh proyek DPR terdiri dari pembangunan museum dan perpustakaan, alun-alun demokrasi, jalan akses bagi tamu ke gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian legislasi, pembangunan ruang anggota dan tenaga ahli, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR.
Johnny mengatakan yang prioritas saat ini ialah menciptakan lapangan kerja di daerah, bukan memperjuangkan proyek di Senayan.
Selain membuka lapangan kerja, kata mantan Direktur Maskapai Air Asia, wakil rakyat di Senayan harus bisa memberikan perlindungan sosial bagi warga miskin.
"Seharusnya yang perlu dipikirkan saat ini adalah bagaimana rencana terkait perlindungan sosial untuk 6 juta warga miskin," kata Ketua Departemen Energi SDA dan Lingkungan Hidup DPP Nasdem.
Selain membuka lapangan kerja, kata mantan Direktur Maskapai Air Asia, wakil rakyat di Senayan harus bisa memberikan perlindungan sosial bagi warga miskin.
"Seharusnya yang perlu dipikirkan saat ini adalah bagaimana rencana terkait perlindungan sosial untuk 6 juta warga miskin," kata Ketua Departemen Energi SDA dan Lingkungan Hidup DPP Nasdem.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi
-
Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda
-
Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik
-
Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia
-
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar