Suara.com - Pengamat Politik dari Populi Center, Nico Harjanto sangat menyayangkan adanya isu penetapan tersangka terhadap salah satu calon pimpinan KPK periode 2015-2019. Sebab penetapan dilakukan di tahap-tahap menjelang akhir seleksi.
Menurutnya, sebaiknya penetapan tersebut dilakukan sejak awal sehingga Pansel Capim KPK pun dapat mempertimbangkannya dari awal.
"Kalau memang ada komunikasi yang baik bisa saja disampaikan ke pansel, pansel tentu akan mempertimbangkan," kata Nico di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(29/8/2015).
Dengan adanya kejadian saat ini, dia menilai kinerja dari Pansel KPK seolah-olah tidak profesional. Karena sudah meloloskan seorang yang terlibat dalam kasus tindak pidana.
Hanya saja ini sebenarnya karena memang tidak adanya koordinasi yang bagus antar lembaga penegak hukum. Sehingga ke depannya koordinasi harus lebih baik lagi.
"Pansel itu terlihat tidak profesional dan tidak independen, bisa kita gugat. Tapi sejauh ini Pansel mempunyai kreditibilitas menentukan calon-calon pimpinan yang intergritasnya baik. Karena itu, koordinasi harus baik, jangan sampai masing-masing pihak mengunakan diplomasi megaphone, melalui media. Bersuara kencang agar mendapat perhatian publik," tutupnya.
Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Budi Waseso mengatakan bahwa ada satu dari 48 nama Capim KPK yang sudah menjadi tersangka oleh penyidik Bareskrim. Karena itu, dia menyarankan kepada Tim Pansel untuk memperhatikan hasil tracking yang diberikan pihaknya kepada Tim Pansel. Pasalnya, dalam hasil tersebut ada sejumlah orang yang diberi cap merah oleh Bareskrim.
Mengenai hal itu, Pansel KPK sudah mengetahuinya. Mereka mengaku nama tersebut memang ada dalam daftar 19 nama yang sudah diwawancarai Pansel KPK. Namun, karena adanya hal itu, Pansel KPK pun memastikan bahwa nama tersebut tidak akan diloloskan untuk menjadi salah satu dari delapan nama yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
Terkini
-
'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin
-
5 Pemimpin Dunia Sambut Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini
-
Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen
-
BPIP Minta Tambahan Anggaran Rp343 M ke DPR, Bangun Pusat Diklat untuk Pejabat hingga Paskibraka
-
Resmi Dibuka! Pendaftaran SPMB Jakarta 2026, 245 Ribu Kursi Gratis Tanpa Biaya
-
Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai
-
Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna