Suara.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Brigjen Pol Badrodin Haiti mengatakan bahwa nama calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tidak akan diumumkan kepada publik.
"Tidak perlu ekspose. Ada jalurnya jika dipakai untuk kepentingan penyeleksian pimpinan KPK," kata Badrodin, saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat di Kota Padang, Senin (31/8/2015) malam.
Jalur yang dimaksud, lanjut Kapolri, adalah menyerahkan berkas dan rekam jejak kepada tim Panitia Seleksi (Pansel) KPK, agar bisa dipakai untuk kepentingan penyeleksian.
"Kami menyerahkan berkas dan track record-nya berdasarkan data kepolisian. Yang memutuskan nanti adalah tim Pansel. Maka tak perlu diekspose kepada publik, karena dikhawatirkan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda," katanya.
Saat ditanya tentang beberapa capim KPK yang berasal dari Polri, Badrodin mengatakan bahwa calon itu yang jelas harus mundur dari kepolisian saat terpilih nantinya.
Orang nomor satu di jajaran Polri itu mengemukakan hal itu, terkait pernyataan Kabareskrim Komjen Budi Waseso yang mengatakan ada salah seorang capim KPK yang ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (28/8). Saat itu, Budi Waseso mengatakan bahwa kasus tersebut merupakan kasus lama yang telah dilaporkan tiga bulan lalu (Mei 2015).
Namun kemudian, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor E Simanjuntak, batal menyampaikan nama capim KPK yang disebut-sebut akan menjadi tersangka itu.
"Jadi ini harus diluruskan. Mengumumkan tersangka itu tidak boleh. Itu melanggar hukum. Jadi sampai kapan pun, nggak akan pernah saya umumkan nama tersangka," kata Victor di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/8).
Pada bagian lain, diketahui ada 19 nama capim KPK yang lolos seleksi tahap III. Berikut nama-nama mereka, yang segera akan dipilih delapan orang hasil seleksi akhir untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo:
Ade Maman Suherman (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Jenderal Soedirman)
Agus Rahardjo (Kepala Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah)
Alexander Marwata (Hakim Ad Hoc Tipikor PN Jakarta Pusat)
Basaria Panjaitan dari Polri
Budi Santoso (Komisioner Ombudsman RI)
dan Chesna Fizetty Anwar (Direktur Kepatuhan Standard Chartered Bank)
Firmansyah TG Satya (Pendiri dan Direktur Intercapita Advisory)
Giri Suprapdiono (Direktur Gratifikasi KPK)
Hendardji Soepandji (Presiden Karate Asia Tenggara SEAKF)
Jimly Asshiddiqie (Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI)
Johan Budi Sapto Pribowo (Plt Pimpinan KPK)
Laode Muhamad Syarif (Rektor FH Universitas Hasanudin)
Moh Gudono (Ketua Komite Audit UGM)
Nina Nurlina Pramono (Direktur Eksekutif Pertamina Foundation)
Saut Situmorang (Staf Ahli Kepala BIN)
Sri Harijati (Direktur Jamdatun Kejaksaan Agung)
Sujanarko (Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK)
Surya Tjandra (Dosen FH Unika Atma Jaya)
dan Yotje Mende (mantan Kapolda Papua)
[Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli