- PDIP resmi menyatakan sikap politiknya sebagai kekuatan penyeimbang dalam pemerintahan nasional pada Rakernas I 2026.
- Keputusan ini dibacakan di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026), untuk menjaga kualitas demokrasi dan konstitusi.
- Partai berfokus menguatkan kontrol, masyarakat sipil, kebebasan pers, serta reformasi hukum demi akuntabilitas negara.
Suara.com - PDIP secara resmi mengumumkan arah politiknya dalam peta pemerintahan nasional melalui pembacaan Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026.
Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu memilih jalur sebagai kekuatan penyeimbang (checks and balances) demi menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Sikap politik ini dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham sebagai Rekomendasi Eksternal Rakernas I PDIP, pada acara penutupan Rakernas yang berlangsung di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dalam penjelasannya, Jamaluddin menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan mandat ideologis partai untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berorientasi pada rakyat dan tidak melenceng dari semangat konstitusi.
"Rakernas Partai menegaskan posisi politik sebagai partai penyeimbang untuk mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, dan berorientasi pada sebesar-besarnya kesejahteraan Rakyat sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia," ujar Jamaluddin saat bacakan hasil rekomendasi.
Lebih lanjut, PDIP menilai bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan kontrol yang kuat untuk mencegah terjadinya pemusatan kekuasaan.
Untuk itu, penguatan elemen masyarakat sipil, kebebasan pers, serta reformasi hukum menjadi poin utama dalam perjuangan politik partai ke depan.
"Rakernas I Partai menegaskan bahwa peningkatan kualitas demokrasi Indonesia memerlukan pelaksanaan fungsi kontrol dan penyeimbang kekuasaan negara (checks and balances) secara kritis dan efektif melalui pelembagaan partai politik," kata dia.
"Perlakuan yang setara dan adil bagi seluruh partai politik, reformasi sistem hukum yang berkeadilan, penguatan masyarakat sipil, kebebasan pers, dan perlindungan hak setiap warga negara," Jamaluddin menambahkan.
Baca Juga: Rocky Gerung Puji Pidato Megawati: Melampaui Politik Praktis!
PDI Perjuangan menekankan bahwa peran penyeimbang ini bukanlah sekadar oposisi tanpa dasar, melainkan sebuah upaya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas negara di hadapan rakyatnya.
Etika dan moral politik ditempatkan sebagai pedoman utama dalam mengawal pemerintahan.
"Setiap langkah politik Partai haruslah menempatkan etika-moral dan kebenaran hakiki sebagai pandu, guna memastikan negara tidak melenceng dari amanat UUD NRI 1945," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pendaftar Ganda Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal Langsung Dicoret, Ini Syarat Lengkapnya
-
"Oleh-oleh" Prabowo Usai Keliling Dunia: Bawa Pulang Tarif 0% dari Trump hingga Teknologi Chip AI
-
1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan
-
Solusi Polemik Lapangan Padel di Jakarta: Relokasi ke Mal dan Kawasan Perkantoran
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia
-
Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri
-
Dimulai dari Pulomas, Lapangan Padel Bodong di Jakarta Mulai Disegel