- Rakernas I PDIP di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026), menegaskan komitmen jaga kedaulatan bangsa dari tekanan asing.
- Partai menolak ketergantungan ekonomi global dan mendesak pemerintah tolak intervensi asing seperti kasus Presiden Venezuela.
- Rekomendasi domestik PDIP fokus perkuat ketahanan pangan dengan lindungi produsen lokal dan kembangkan riset pangan.
Suara.com - PDIP secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 dengan mengeluarkan pernyataan politik yang kuat terkait kedaulatan nasional dan dinamika geopolitik global.
Partai berlambang banteng moncong putih ini menegaskan komitmennya untuk menjaga kemandirian bangsa dari segala bentuk tekanan asing.
Hal itu sebagaimana salah satu poin rekomendasi hasil Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Sikap politik partai ini dibacakan langsung oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham.
Dalam poin utama sikap politiknya, PDIP menekankan pentingnya konsep Trisakti Bung Karno sebagai fondasi menghadapi tantangan global.
Partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri ini menolak keras ketergantungan ekonomi pada kekuatan global yang merugikan negara.
"Rakernas Partai menegaskan sikap politik PDI Perjuangan untuk memperkokoh kedaulatan politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan dengan menolak segala bentuk tekanan, ketergantungan, dan dominasi kekuatan asing maupun kepentingan ekonomi global yang merugikan kepentingan nasional," ujar Jamaluddin saat membacakan rekomendasi Rakernas.
Selain masalah internal, PDIP juga memberikan sorotan tajam terhadap situasi internasional, khususnya mengenai penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh otoritas Amerika Serikat.
Pihaknya menilai tindakan tersebut sebagai preseden buruk bagi kedaulatan negara merdeka.
Baca Juga: Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
"Rakernas I Partai mendesak pemerintah untuk tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk pelanggaran kedaulatan suatu negara merdeka dari intervensi asing sebagaimana terjadi dengan penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro," tegasnya.
Lebih lanjut, Jamaluddin menyatakan bahwa intervensi tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan semangat kemerdekaan yang dijunjung Indonesia.
"Selain merendahkan marwah PBB, bertentangan dengan hukum internasional dan Dasa Sila Bandung. Sikap tersebut juga tidak sejalan dengan Pembukaan UUD NRI 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tambahnya.
Di sektor domestik, Rakernas I PDIP juga menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan melalui perlindungan terhadap produsen lokal, seperti petani, nelayan, dan peternak.
PDIP pun mendesak pemerintah untuk memberikan jaminan prasarana dan perlindungan harga agar kedaulatan pangan nasional dapat terwujud tanpa bergantung pada impor.
"Pemerintah wajib mengembangkan riset dan inovasi bidang pangan, menjamin sarana dan prasarana produksi pangan nasional, perlindungan harga pokok produk pangan rakyat, serta jaminan perlindungan lahan pertanian produktif dan melindungi benih-benih hasil pemuliaan petani. Rakernas juga mendorong pembudidayaan dan pemanfaatan pangan lokal sebagai pemenuhan kebutuhan gizi rakyat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Rocky Gerung Puji Pidato Megawati: Melampaui Politik Praktis!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik
-
Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi
-
Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka
-
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim
-
Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?
-
Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual
-
Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?
-
Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat
-
Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan