Suara.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memerintahkan Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Anang Iskandar menyelesaikan kasus-kasus yang sebelumnya ditangani Komjen Budi Waseso.
"Saya harapkan kasus-kasus yang sudah ditangani Buwas (Budi Waseso) yang lama tetep harus diselesaikan dan diproses sampai ke pengadilan," kata Badrodin di Mabes Polri, Senin (7/9/2015).
Badrodin yakin di bawah kepemimpinan Anang, Bareskrim mampu menuntaskan berbagai kasus, meski masa jabatan Anang tak sampai setahun. Anang akan pensiun pada Juni 2016.
"Tidak harus setahun untuk bisa menyelesaikan itu. Kalau bisa beberapa bulan, kenapa tidak. Pimpinannya kan tetap saya," ujarnya.
Kasus besar yang saat ini sedang ditangani Bareskrim, antara lain dugaan korupsi pengadaan mobil crane di PT. Pelabuhan Indonesia II, Tanjung Priok, kemudian dugaan korupsi penjualan kondensat yang melibatkan PT. TPPI, SKK Migas, dan dana corporate social responsibilty di Pertamina Foundation.
Beberapa waktu lalu, Budi Waseso mengatakan Bareskrim mengusut kasus dugaan korupsi yang nilainya mencapai Rp180 triliun.
"Kasus itu (Rp180 triliun) masih dipelajari. Nah kalau sudah masuk penyidikan tetap harus dituntaskan," kata Badrodin.
Badrodin menambahkan kasus-kasus yang tidak ditemukan unsur pidana berpotensi dihentikan.
"Kalau penyelidikan itu untuk mencari ada pidana atau tidak. Kalau ternyata tidak ada pidana, kan juga tidak bisa dilanjutkan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP